Menu

Mode Gelap

kempalansport · 1 Nov 2021 13:35 WIB ·

Ternyata, Ini Penyebab Kekalahan The Minions


					Dari kiri ke kanan: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Herry Iman Pierngadi, dan Marcus Fernaldi Gideon, saat setelah merayakan sukses memenangi Piala Thomas-Uber lalu. (Foto: Instagram) Perbesar

Dari kiri ke kanan: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Herry Iman Pierngadi, dan Marcus Fernaldi Gideon, saat setelah merayakan sukses memenangi Piala Thomas-Uber lalu. (Foto: Instagram)

PARIS-KEMPALAN: Kekalahan ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam final Prancis Terbuka, Minggu malam (31/10) sudah dievaluasi pelatih ganda putra Pelatnas PP PBSI, Herry Iman Pierngadi.

Seperti diketahui, ganda putra yang disebut dengan The Minions itu ditaklukkan mantan ganda nomor satu dunia Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol 17-21, 20-22, di Stade Pierre de Coubertien, Paris.

Menurut Herry IP (panggilan akrabnya), dari sisi permainan Marcus/Kevin masih menampilkan perlawanan yang bagus kepada Ko/Shin. Tetapi, itu tidak ditunjang dengan stamina keduanya di dalam lapangan.

Kekuatan Marcus/Kevin dalam final tersebut sudah tidak 100 persen lagi. Bisa dibilang, di final tersebut pasangan Marcus/Kevin sudah melewati peak performance. ’’Top performance mereka justru pada saat semifinal menghadapi Fajar (Alfian)/(Muhammad) Rian (Ardianto),’’ kata sosok yang dijuluki Coach Naga Api itu.

Bisa dipahami jika dalam semifinal tersebut Marcus/Kevin dalam performa terbaik. Sebab ketika itu mereka berusaha mengimbangi permainan Fajar/Rian yang sama bagusnya. Terlebih upaya untuk menaklukkan FajRin (sebutan duet Fajar/Rian) menghabiskan waktu yang lama.

Saat itu, membutuhkan waktu sampai 1 jam lebih dua menit bagi pasangan ini untuk menyudahi perlawanan FajRin. Dari sisi durasinya, itu memang tidak lebih lama dibandingkan saat mereka menaklukkan ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang bisa memakan waktu sejam lebih 4 menit dalam perempat final Piala Thomas.

Tetapi, poin penentu yang dibutuhkan Marcus/Kevin saat itu tidak lebih banyak dibandingkan di saat menyingkirkan FajRin dalam All Indonesian Semifinal. Pada saat menaklukkan FajRin, Marcus/Kevin membutuhkan poin penentu sampai 26 poin. Bukan 21 poin.

’’Karena itulah dalam final penampilannya jadi menurun. Sementara, ganda Korsel masih fresh kondisinya,’’ sebut Herry IP. ’’Mereka sudah tampil maksimal bisa menembus sampai babak final dengan kondisi seperti ini,’’ sambung Herry IP.

Padatnya kalender pertandingan yang diikuti Marcus/Kevin juga semakin memperlemah kondisi kebugarannya. Termasuk Prancis Terbuka kemarin, artinya The Minions sudah bertanding dalam waktu enam pekan nonstop. ’’Fokus dan konsentrasi sudah menurun, gerakan kaki sudah tak lagi cepat, tenaga tangan pun menurun,’’ pungkasnya. (Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Liga Inggris: Prediksi Man City vs West Ham

28 November 2021 - 12:03 WIB

Mo Farah, dari Raja Lari Maraton, Ingin Jadi Presenter Acara TV Anak-Anak

28 November 2021 - 10:18 WIB

Apakah Rangnick Orang yang Tepat untuk Man United?

28 November 2021 - 10:17 WIB

Update Klasemen Liga Inggris: Persaingan di Papan Atas Makin Ketat

28 November 2021 - 07:01 WIB

The Minions yang ke Final, The Babbies ke WTF Finals

28 November 2021 - 06:22 WIB

Hasil dan Jadwal Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani vs Nami/Shida, Final Jilid II Minions vs Hoki/Kobayashi

28 November 2021 - 05:26 WIB

Trending di kempalansport