Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 30 Okt 2021 13:02 WIB ·

Duet UINSA-UNESA Pimpin Ekonom Syariah Jawa Timur: Usung Literasi Keuangan, Perubahan Iklim, dan Pusat Produsen Halal Dunia


					Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (BSI) Perbesar

Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (BSI)

Catatan Ekonomi Dr. Khairunnisa Musari

 KEMPALAN: “Climate change is real…. dan jangka waktunya semakin sangat sempit, karena dunia ini sudah menghangat di atas 1 persen,” Sri Mulyani Indrawati, Ph.D, Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), 5 Agustus 2021

Isu perubahan iklim memang kian santer digaungkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).  Hal ini diungkap pula oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP IAEI saat mewakili Ketua Umum untuk melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur 2021-2025 dan 12 Komisariat IAEI di Jawa Timur periode 2020-2024 dan 2021-2025 secara hybrid, luring dan daring, pada 29 Oktober 2021 di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA).

Sekjen DPP IAEI yang juga Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu tersebut menyebutkan temperatur dunia saat ini 1,1 derajat celcius lebih hangat dibandingkan kondisi pra industrialisasi.

Kenaikan suhu bumi ini berpotensi menyebabkan kenaikan permukaan laut di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia termasuk yang paling merasakan konsekuensinya.

Untuk itu, Sekjen DPP IAEI menyambut program Kampung Investasi Berkelanjutan (InTan) dengan baik dan turut meluncurkannya secara resmi pada saat yang sama.

Kampung InTan adalah proyek collaborative governance yang diinisiasi oleh Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA bersama Komisariat IAEI UINSA dengan menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Kantor Regional 4 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Sampah Induk, dan tentu saja didukung oleh DPW IAEI Jawa Timur.

Betapa tidak, Kampung InTan adalah wujud pengabdian masyarakat yang tentunya dapat dijaringkan dengan perguruan tinggi yang memiliki kewajiban Tri Dharma. Per Oktober 2021, DPW IAEI Jawa Timur membawahi 46 perguruan tinggi yang berafiliasi sebagai Komisariat IAEI. Jumlah ini menjadikan Jawa Timur sebagai DPW IAEI dengan komisariat perguruan tinggi terbanyak secara nasional.

Untuk itu, selayaknya inisiasi Kampung InTan yang menyasar pada upaya peningkatan literasi keuangan perempuan dan pengelolaan sampah rumah tangga mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk Ketua dan Sekretaris DPW IAEI Jawa Timur terpilih. Pada periode kedua atau empat tahun kedua kehadiran DPW IAEI Jawa Timur, Ketua dan Sekretaris berasal dari UINSA dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

IAEI Jawa Timur

Duet UINSA-UNESA untuk memimpin IAEI Jawa Timur adalah hasil mufakat, bukan voting. Dari usulan-usulan nama yang masuk kepada Tim Formatur, terjaringlah sejumlah nama. Pada Musyawarah Wilayah I DPW IAEI Jawa Timur tanggal 6 Agustus 2021, semua yang hadir menyepakati untuk menyandingkan Dr. Iskandar Ritonga, M.Ag dan Dr. Moch. Khoirul Anwar, M.E.I sebagai Ketua dan Sekretaris periode 2021-2025.

Bagi publik ekonomi syariah Jawa Timur, keduanya tentu sangat dikenal.

Tulang Iskandar, begitu saya menyebutnya, adalah Ketua Program Studi (Kaprodi) S3 Ekonomi Syariah UINSA. Para lulusan prodi ini menyebar merata sebagai akademisi bahkan juga menjadi petinggi di berbagai perguruan tinggi. Tidak hanya di Jawa Timur, tapi juga di berbagai wilayah Indonesia lainnya.

Sedangkan Gus Choi, begitu kebanyakan kolega memanggilnya, saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) UNESA. Beliau juga Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan Auditor Halal Nasional LPPOM MUI. Saat ini ia juga menjadi Ketua Komisariat IAEI UNESA.

Sebelumnya, pada kepengurusan periode pertama, Tulang Iskandar berduet dengan Pak Rozi, begitu saya memanggil Dr. M. Fathorrazi, M.Si. Pak Rozi saat ini menjadi Ketua Badan Pengembangan Industri Halal MUI Jawa Timur sekaligus Ketua 1 DPW IAEI Jawa Timur. Sebelumnya, beliau adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UNEJ) dan Kaprodi Ekonomi Syariah.

Duet UINSA-UNESA ke depan tidak mudah. Pasalnya, duet UINSA-UNEJ periode sebelumnya telah menorehkan sejumlah prestasi.

Pada 2017, DPW Jawa Timur meraih IAEI Award sebagai DPW Teraktif.

Pada 2019, DPW Jawa Timur kembali meraih IAEI Award sebagai DPW Terbaik.

Fokus 3 Isu

Tantangan IAEI Jawa Timur periode baru tidak saja tentang prestasi. Sejumlah isu harus dapat disikapi dan IAEI Jawa Timur seyogyanya ikut berkontribusi merealisasikannya.

Dengan periode kepengurusan ‘hanya’ empat tahun, duet UINSA-UNESA dapat fokus setidaknya pada tiga isu.

Pertama, literasi keuangan syariah, terutama bagi perempuan. Hal ini menjadi urgensi mengingat maraknya korban pinjaman online (pinjol), investasi bodong, dan terpuruknya masyarakat dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat pandemi.

Kedua, perubahan iklim. Kebutuhan Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon hingga 2030 meningkat dari Rp3.461 triliun menjadi Rp3.779 triliun.

Sebelum konsep circular economy digaungkan sebagai salah satu cara ampuh mengatasi perubahan iklim, masyarakat Indonesia sejatinya telah melakukan manajemen sampah berbasis komunitas melalui bank sampah.

Bank sampah adalah salah satu kearifan lokal yang dapat menjadi gerakan bersama seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi perubahan iklim. Meski mudah dilakukan dan murah biaya, namun untuk mewujudkannya bukan gampang karena berkaitan dengan mengubah perilaku.

Pada tataran inilah, IAEI Jawa Timur dapat hadir dalam wujud pengabdian masyarakat. Tidak sekedar membangun literasi, tetapi juga dengan melakukan pemberdayaan melalui collaborative governance.

Tepat kiranya bila duet UINSA-UNESA mengusung program Kampung InTan. Konsep 5P dari Kampung InTan, yaitu people, planet, partnership, prosperity, dan peace, sejatinya sejalan dengan maqasid syariah.

Partnership yang dikembangkan Kampung InTan dapat juga menjadi laboratorium pembangunan sosio-ekonomi Islam untuk mengembangkan institutional partnership models yang tepat untuk memberdayakan perempuan dan UMKM.

Untuk isu perubahan iklim, sepertinya studi Musari & Fathorrazi (2021) yang menemukan Islamic Triple Helix sebagai Islamic Helix yang generik dalam studi kasus Indonesia, yang terdiri dari unsur ‘(Islamic) Government – (Islamic) Industry – (Islamic) Civil Society’, tampaknya perlu menghadirkan unsur ‘(Islamic) University’ sehingga Islamic Quadruple Helix lebih relevan untuk membangun collaborative governance.

Pada konteks inilah, IAEI sebagai asosiasi profesi pada bidang ilmu ekonomi syariah terbesar di Indonesia, perlu hadir untuk menjembataninya. Dan IAEI Jawa Timur yang memiliki komisariat IAEI terbanyak secara nasional, dapat menjadi eksperimen sekaligus barometernya.

Ketiga, menjadi pusat produsen halal. Guna mendukung Visi Indonesia 2024 sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia, sekaligus juga menjadi Pusat Produsen Halal Dunia, maka komposisi UINSA-UNESA yang didukung UNEJ menjadi formasi trio penggerak ekonomi halal Jawa Timur yang strategis.

Saya pribadi meyakini, karakter ketiganya yang dikenal sabar dan ikhlas akan menjadi kekuatan bagi IAEI Jawa Timur untuk bersinergi secara harmonis dengan banyak pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia. Tidak hanya visi 2024, tetapi juga 2030, bahkan 2045. Insya Allah…

*Dosen Tetap Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana dan FEBI UIN Kiai Haji Achmad Siddiq; Sekretaris I DPW IAEI Jawa Timur; Koordinator Ekraf PPUMI Jawa Timur

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gus Muhdlor: Kolaborasi Antar-Wilayah Harus Diperkuat untuk Dukung UMKM

4 Desember 2021 - 17:51 WIB

Penambangan Asteroid dan Bisnis Antariksa, Potensi Ekonomi Masa Depan(?)

4 Desember 2021 - 16:15 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang ke Maluku, 8 Jam Catat Transaksi Rp 232,74 Miliar

3 Desember 2021 - 05:49 WIB

Ketua DPD RI Optimis Impor Beras Bisa Dihentikan

2 Desember 2021 - 06:15 WIB

Pemprov Jatim Terima Bantuan 10.000 Paket Sembako dari Mayapada Group

2 Desember 2021 - 06:07 WIB

Ketua DPD RI: SDM Sektor Pertanian Jadi PR Besar Pemerintah

1 Desember 2021 - 16:06 WIB

Trending di Kempalanbis