Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 14:35 WIB
Surabaya
--°C

Ratusan Siswa SMAK St Louis 1 Belajar Deteksi Boraks dan Isolasi DNA dari Pakar Teknobiologi UBAYA

SURABAYA-KEMPALAN: Pelatihan bertitelkan University Collaboration Practice berlangsung antara SMAK St. Louis 1 Surabaya dengan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), Jumat (22/10/2021). Kolaborasi sains di antara dua lembaga pendidikan terkemuka di Jawa Timur ini diikuti sekitar 350 siswa jurusan MIPA kelas XI dan XII SMAK St. Louis 1.

Dalam pelatihan kali ini, Fakultas Teknobiologi UBAYA memberikan materi mata pelajaran kimia dan biologi kepada ratusan siswa. Sementara untuk bidang matematika dan fisika disampaikan oleh perguruan tinggi berbeda.

Siswa SMAK St Louis 1 Surabaya sedang belajar mempraktikkan uji deteksi boraks dan isolasi DNA secara sederhana yang dibawakan Johan Sukweenadhi, Ph.D, dosen senior Fakultas Teknobiologi UBAYA dan doktor dari Kyung Hee University, Korea Selatan, di bidang bioteknologi tanaman.

Johan Sukweenadhi, Ph.D, dosen senior Fakultas Teknobiologi UBAYA tampil menjadi instruktur. Doktor dari Korea di bidang bioteknologi tanaman ini pun membawakan topik “Uji Deteksi Boraks dan Isolasi DNA secara Sederhana.”

“Kegiatan pelatihan berlangsung secara live streaming dari teaching lab Gedung baru Fakultas Teknobiologi, kampus UBAYA Tenggilis untuk instruktur, sementara ratusan peserta mengikuti dari kediaman—baik kos maupun rumah–masing-masing. Wali kelas masing-masing juga mengikuti dari sekolah SMAK St. Louis 1 Surabaya,” papar Johan tentang kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00-12.30 WIB itu.

Siswa SMAK St Louis 1 Surabaya sedang belajar mempraktikkan uji deteksi boraks dan isolasi DNA secara sederhana yang dibawakan Johan Sukweenadhi, Ph.D, dosen senior Fakultas Teknobiologi UBAYA dan doktor dari Kyung Hee University, Korea Selatan, di bidang bioteknologi tanaman.

Acara berjalan dengan antusiasme tinggi. Beberapa siswa/i sudah menyiapkan bahan-bahan dan langsung mencoba sendiri praktikum sederhana tersebut. Praktikum pertama tentang penggunaan curcumin (ekstrak kunyit) sebagai indikator keberadaan boraks pada bahan pangan.

“Beberapa bahan yang diujikan antara lain tahu, bakso, dan mie. Kandungan boraks akan mengubah struktur curcumin yang semula berwarna kuning, menjadi berwarna merah,” terang Johan.

Siswi SMAK St Louis 1 Surabaya sedang belajar mempraktikkan uji deteksi boraks dan isolasi DNA secara sederhana yang dibawakan Johan Sukweenadhi, Ph.D, dosen senior Fakultas Teknobiologi UBAYA dan doktor dari Kyung Hee University, Korea Selatan, di bidang bioteknologi tanaman.

Praktikum kedua tentang isolasi DNA sederhana dengan detergen dan alkohol. Adapun sampel yang digunakan adalah buah strawberry. Selain praktikum, dijelaskan juga konsep dan prinsip reaksi yang terjadi selama pelaksanaan kedua praktikum tersebut.

“Tujuan Fakultas Teknobiologi UBAYA terlibat dalam pelatihan ini adalah untuk menjaga dan memperat hubungan baik dengan salah satu SMA yang menyumbang mahasiswa/i potensial bagi program studi-program studi yang ada di UBAYA,” pungkas Johan.

“Dengan adanya University Collaboration Practice, wawasan siswa/i MIPA semakin terbuka, bahwa hal-hal di sekitar kita sangat dekat sekali dengan aplikasi keilmuan biologi dan kimia. Terima kasih untuk Fakultas Teknobiologi UBAYA yang memberikan insight soal hal tersebut,” tutup Aribowo, perwakilan guru SMAK St. Louis 1 Surabaya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.