Menu

Mode Gelap

kempalanews · 13 Okt 2021 19:42 WIB ·

Ada yang Ingin Singkirkan AHY dari Pemilu 2024


					Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Perbesar

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

JAKARTA-KEMPALAN: Suasana Pemilu 2024 sudah mulai terasa. Perebutan tiket Pilpres sudah gencar-gencar dilakukan oleh berbagai partai politik yang ada.

Benny Kabur Harman selaku Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menilai, terdapat kepentingan politik dari kekuatan terselubung yang ingin menyingkirkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dari kontestasi politik menjelang Pemilu 2024.

Menurut Benny sendiri, kepentingan politik itu berada di balik langkah hukum Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Agung. Yusril menjadi kuasa hukum empat bekas ketua DPC Demokrat yang mengajukan permohonan uji materi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai mercy ke MA.

“Kepentingan mereka ialah menyingkirkan Partai Demokrat dan ketua umumnya AHY dari kontestasi politik menjelang hajatan politik nasional di tahun 2024 nanti,” ucap Benny dalam keterangannya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Benny juga menduga, bahwa kekuatan tersembunyi ini menganggap Demokrat dan AHY sebagai batu sandungan atau penghalang utama agar bisa mewujudkan skenario gelap dari oknum yang mempunyai kepentingan. Sehingga, Demokrat dan AHY harus diganggu jika tak mau bekerja sama.

“Karena itu ia harus diganggu, disingkirkan, atau diambil-alih jika tidak mau bekerja sama dalam skema politik yang mereka desain,” terang Benny. Dia juga tak merinci seperti apa skenario gelap yang ia maksudkan.

Benny menambahkan, kekuatan-kekuatan tersembunyi itu sangatlah bervariasi. Namun, ia meyakini langkah Yusril Ihza Mahendra membela empat bekas kader Demokrat tak terjadi secara tiba-tiba.

Dirinya juga menambahkan, hal tersebut memanglah menjadi titik kulminasi dari berbagai langkah dan proses yang tengah berjalan selama ini. Dirinya pun menganggap bahwa perkara pengujian konstitusionalitas AD/ART Demokrat ke MA ini bukan perkara biasa atau urusan hukum semata.

“Di balik hukum itu ada maksud untuk memperlemah atau ‘meyingkirkan’ musuh potensial,” tandas anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini. (nasionaltempo/Akbar Danis)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Minta Pemuda Beri Gagasan untuk Kemajuan Kabupaten Bandung

27 Oktober 2021 - 10:55 WIB

Cangkrukan di Balai RW, Wali Kota Eri Serap Aspirasi Warga

27 Oktober 2021 - 08:23 WIB

Yaqut Durung Ngimpi Teles, Sukmawati Resmi Murtad

27 Oktober 2021 - 06:09 WIB

Temani Istri Tagih Utang Rp 500 Ribu, Pria Ini Dibakar

26 Oktober 2021 - 23:03 WIB

Diduga Cabuli Istri Tersangka, Kapolsek Beserta Jajarannya Dicopot 

26 Oktober 2021 - 22:56 WIB

Gus Yani: Gresik Tak Ingin Banjir Tahunan Kali Lamong Terulang Lagi

26 Oktober 2021 - 19:55 WIB

Trending di kempalanews