Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 11 Okt 2021 08:58 WIB ·

Nobel Perdamaian untuk Maria Ressa


					Dmitry Muratov (kanan) dan Maria Ressa (kiri). Perbesar

Dmitry Muratov (kanan) dan Maria Ressa (kiri).

KEMPALAN: Penghargaan Nobel Perdamaian 2021 jatuh kepada dua wartawan, Maria Ressa dari Filipina, dan Dmitry Muratov dari Rusia. Keduanya dianggap layak menerima penghargaan paling bergengsi itu karena kontribusinya dalam menjaga kebebasan pers di Filipina dan Rusia, dan memberi inspirasi bagi upaya perjuangan mempertahankan kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Maria Ressa mendirikan sebuah media online Rappler yang mempunyai pelanggan 4,5 juta orang. Ia menyajikan berita-berita investigasi yang tajam dan berani dan sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang dikenal bertangan besi.

Dmitry Muratov mengepalai surat kabar independen Rusia, Novaya Gazeta, yang juga sangat kritis dalam pemberitaannya mengenai berbagai penyelewengan dan kekerasan politik pemerintah Rusia di bawah Vladimir Putin.

Baik Ressa maupun Muratov sama-sama bertaruh nyawa dalam menjalankan tugas jurnalisme yang kritis terhadap kekuasan. Ressa dan Muratov berkali-kali digugat dan sering mendapatkan ancaman pembunuhan. Arkady Babchenko, seorang jurnalis yang kritis terhadap Putin ditembak mati di dalam lift di apartemennnya oleh pembunuh gelap. Enam jurnalis yang bekerja untuk Muratov ditemukan tewas oleh berbagai sebab yang misterius.

Ketika mengumumkan kemenangan Ressa dan Muratov (8/10), Komite Nobel mengatakan bahwa jurnalisme yang bebas, independen, dan berdasarkan fakta sangat penting untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan kekuasaan, kebohongan, dan propaganda perang.

Ressa pernah menjadi kepala biro CNN di Filina dan pernah lama meliput di Indonesia. Ini bukan penghargaan internasional pertama yang dia terima. Pada 2018, Majalah TIME menobatkannya sebagai Person of the Year. Penghargaan ini diberikan oleh TIME terhadap tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai peran dan pengaruh besar dalam percaturan peta politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Kiprah Ressa di dunia jurnalistik, dengan keberaniaannya mengkritisi rezim otiriter Dutarte, dianggap sangat inspiratif dan mampu memberi perubahan signifikan terhadap kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Ressa mempunyai…

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Siklus Kehidupan Manusia

27 Oktober 2021 - 11:05 WIB

Sherina Si Pembela Anjing Canon

26 Oktober 2021 - 15:18 WIB

YouTube: Ruang Privat dan Publik?

26 Oktober 2021 - 07:55 WIB

Egoisme Yaqut, dan Narasi Radikal Jadi Olok-olok

25 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Setan Kecil

25 Oktober 2021 - 16:33 WIB

Epistemologi Fir’aun

25 Oktober 2021 - 07:48 WIB

Trending di kempalanalisis