Departemen Tenaga Kerja Filipina: Tak Vaksin, Tak Kerja

waktu baca 2 menit
Manila (Michael Buillerey-Unsplash).

MANILA-KEMPALAN: Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan-Wilayah 9 (DOLE-9) mengingatkan pengusaha bahwa tidak ada kebijakan “tak vaksin, tak kerja”.

Pengacara Roy Buenafe, Direktur DOLE-9, mengeluarkan peringatan pada hari Sabtu (14/8) jika para atasan di perusahaan mengharuskan pekerja mereka untuk divaksinasi sebelum mereka dapat melapor untuk bekerja.

Sampai sekarang, departemen itu belum menerima keluhan berkenaan dengan sanksi yang berkaitan dengan vaksin itu.

“DOLE mengingatkan masyarakat, khususnya pekerja dan pengusaha, bahwa pemberlakuan kebijakan no vaksin, no work di tempat kerja adalah melanggar hukum,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari Philippine News Agency.

Anjuran Tenaga Kerja DOLE No. 3, ditandatangani oleh Sekretaris Silvestre H. Bello III, menegaskan kembali bahwa “setiap karyawan yang menolak atau gagal untuk divaksinasi tidak boleh didiskriminasi dalam hal masa kerja, promosi, pelatihan, gaji, dan tunjangan lainnya, antara lain, atau diberhentikan dari pekerjaan.”

Buenafe juga mengutip Bagian 12 Undang-Undang Republik 11525 (Undang-Undang Program Vaksin Covid-19 tahun 2021) yang menyatakan bahwa kartu vaksinasi tidak boleh menjadi persyaratan wajib untuk pekerjaan, juga tidak boleh menjadi prasyarat untuk perekrutan atau untuk kelangsungan kerja.

Anjuran tersebut, juga disebut Pedoman Administrasi Vaksin Covid-19 di Tempat Kerja, menyatakan bahwa perusahaan dan pengusaha yang tercakup harus berusaha untuk mendorong karyawan mereka untuk mendapatkan vaksinasi. Hal itu tidak diwajibkan tapi diperlukan.

“Penting bagi pekerja untuk mendapatkan vaksinasi tidak hanya untuk menjaga kesehatan tenaga kerja tetapi juga untuk mencapai kekebalan kelompok untuk memastikan pemulihan ekonomi yang cepat,” kata Buenafe. (PNA, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *