Perintahkan untuk Hentikan Judi Ilegal, Gubernur di Filipina Justru Mendapatkan Ancaman Mati

waktu baca 2 menit
Rhodora J. Cadiao.

ANTIQUE-KEMPALAN: Gubernur Antique Rhodora J. Cadiao telah mendapatkan ancaman mati setelag memerintahkan kepadak kepolisian setempat untuk menghentikan jalannya sejumlah permainan angka ilegal yang disebuh Perhayan ng Bayan di provinsinya.

Kantor Undian Amal Filipina (PCSO) meminta bantuannya untuk menghentikan judi terlarang itu pada bulan Juli.

“Saya menerima ancaman Juli lalu karena aktivitas perjudian ilegal ini,” katanya dalam sebuah wawancara pada Rabu (11/8), menambahkan bahwa ancaman itu mungkin dikirim oleh seseorang di balik permainan angka ilegal tersebut.

Kasus ini telah dibawa ke Kantor Polisi Provinsi Antique (APPO) untuk diselidiki. “Peryahan ng Bayan” mirip dengan lotere kota kecil dengan pengumpul taruhan berkeliling dan nomor pemenang ditarik. Taruhan berkisar dari PHP5 hingga PHP20.

Melansir Philippine News Agency, Cadiao khawatir karena permainan ilegal tersebut, yang telah melakukan operasi gerilya selama hampir tiga bulan, telah mengorbankan penduduk miskin Antique, yang hampir tidak bisa memenuhi kebutuhannya.

“Yang saya khawatirkan adalah bahwa penduduk Antique yang sudah miskin dan yang mata pencahariannya sudah terdampak penyakit coronavirus 2019 (Covid-19) masih akan menjadi korban untuk mempertaruhkan uang terakhir mereka dengan harapan memenangkan hadiah,” katanya.

Direktur APPO Col. Roy Parena bersumpah untuk melakukan yang terbaik untuk mengakhiri permainan angka ilegal. Sebanyak 18 kantor polisi kota provinsi telah diperintahkan untuk mengejar mereka yang terlibat dalam permainan taruhan. (PNA, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *