Sabtu, 11 Juli 2026, pukul : 20:57 WIB
Surabaya
--°C

Begini Cara Cegah Anak Mager Selama PPKM

SURABAYA- KEMPALAN: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju pandemi, membuat masyarakat tak terkecuali anak-anak, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kegiatan yang itu-itu saja memunculkan gaya hidup tidak aktif (sedentary lifestyle).

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information mencatat, hampir 33,8% anak Indonesia memiliki kecenderungan malas bergerak alias mager. Misalnya lebih suka berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan minuman tidak sehat secara berlebihan.

Kebiasaan minum juga penting untuk diperhatikan karena peningkatan konsumsi minuman manis pada anak-anak tidak hanya memengaruhi kesehatan mereka di masa kanak-kanak, tetapi juga merupakan indikator kondisi kesehatan yang kuat di masa dewasa. Anak dengan kebiasaan minum yang baik sejak dini cenderung akan membawa kebiasaan ini hingga mereka dewasa, sehingga bermanfaat untuk menjaga kualitas kesehatan di masa depan.

Cegah anak mengalami dehidrasi saat menjalani kegiatan di rumah selama pelaksanaan PPKM

“Selain ada kecenderungan kurang aktif bergerak, riset juga menemukan 1 dari 5 anak Indonesia masih kurang minum. Padahal, kebiasaan minum yang baik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak tetapi juga membantu anak menjadi lebih cermat, tanggap, dan memiliki performa yang baik,“ ujar Dokter Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pakar Hidrasi, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), M.P.H., Senin (26/7).

Untuk diketahui, sedentary lifestyle ini berkaitan dengan prevalensi obesitas pada anak, serta meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas dan diabetes. Dikhawatirkan, kebiasaan minum yang kurang baik dapat memperburuk dampak dari sedentary lifestyle di masa pandemi seperti sekarang ini.

Orang tua bisa membuat aktivitas kreatif untuk menstimulasi anak tetap bergerak aktif selama pandemi. Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud), beberapa cara bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi sedentary lifestyle. Seperti bermain bola, memanjat, atau permainan berburu harta karun yang mengharuskan anak keliling rumah. Bisa juga dengan mengajak membersihkan rumah yang dikemas dengan permainan, misalnya dengan memberikan stiker yang dapat dikoleksi, dan sebagainya. Selain aktif bergerak, penting bagi orang tua untuk membantu anak menerapkan hidrasi sehat.

Dokter Bernie menambahkan, anak-anak membutuhkan minimal 7 gelas air minum setiap harinya. Proporsi kandungan air dalam tubuh anak lebih tinggi dari orang dewasa, namun karena mekanisme haus pada anak belum berkembang dengan baik, sehingga membutuhkan dukungan yang optimal.

“Kita bisa membuat pengingat menarik untuk anak-anak seperti gambar lucu, mewarnai water tracker setiap beberapa jam sekali, memberikan botol minum yang menarik dan lain sebagainya,” katanya memberi tips.

Mengingat risiko di balik gaya hidup kurang gerak serta pentingnya pemenuhan hidrasi pada anak, Brand
Director Danone-AQUA, Intan Ayu Kartika mengatakan AQUA kembali hadir sebagai mitra orang tua dalam
mendorong kebiasaan minum yang sehat pada anak.

“Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2021 yaitu Anak Terlindungi Indonesia Maju, kami ingin mengajak
orang tua untuk melindungi kesehatan anak dengan membangun kebiasaan gerak aktif, disertai dengan asupan
hidrasi sehat dari air minum berkualitas. Kami berkomitmen untuk mendukung penerapan gaya hidup sehat
keluarga Indonesia, dengan terus menyediakan air minum yang terlindungi sumber airnya, baik dari segi
kandungan mineral maupun prosesnya, serta dengan kemasan yang menarik untuk anak-anak,” jelasnya. (nani mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.