Penanganan Pandemi

Perdana Menteri Prancis Peringatkan Gelombang Keempat Covid-19, Tekankan Vaksinasi

  • Whatsapp
Perdana Menteri Prancis Jean Castex.

PARIS-KEMPALAN: Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan negaranya masuk ke dalam gelombang keempat Covid-19, kasus harian melambung hingga 18.000 pada Selasa (20/7), dan ia mengklaim 96% dari kasus berasal dari orang yang belum divaksin.

Melansir Euronews, hal ini disampaikan Castex pada Rabu (21/7). Ia menambahkan, peningkatan jumlah kasus menunjukkan 140% lonjakan dari minggu sebelumnya.

“Varian Delta yang terkenal ada di sini, ia di sini, ia adalah sebagian besar (kasus yang ada) dan yang menjadi ciri khasnya dari yang sebelumnya adalah (ia) jauh lebih menular,” tambah PM Prancis itu.

“Kita harus bertindak dan pada saat yang sama, kuncinya telah diketahui, hal itu tidak sepenuhnya baru tetapi penularan varian Delta ini mengharuskan kita (bertindak) lebih lagi, kita harus memvaksinasi,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Euronews.

Pidato televisinya muncul ketika izin kesehatan COVID-19, yang membuktikan pemegangnya telah divaksinasi sepenuhnya, dites negatif selama 48 jam sebelumnya atau pulih dari penyakit selama enam bulan sebelumnya, diperbolehkan untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi dan budaya.

Rancangan undang-undang untuk persyaratan izin kesehatan yang diperluas ke bar, restoran, pusat perbelanjaan dan transportasi umum jarak jauh mulai awal Agustus saat ini sedang diperdebatkan oleh anggota parlemen Prancis.

“Kami akan keras dengan mereka yang, demi cita-cita mereka, yang sama sekali tidak sama dengan saya, menggunakan tindakan kekerasan, membuat perbandingan atau merujuk pada bintang kuning atau Shoah, menyerang kantor parlemen, membakar pusat vaksinasi,” tutur politisi itu.

Castex mengatakan, pemerintah menyediakan tambahan lima juta dosis sebelum akhir bulan guna memenuhi permintaan akan vaksinasi.

“Ini adalah tujuan yang sangat ambisius, tetapi juga menunjukkan bahwa kami telah memahami keseriusan situasi,” kata Castex.

Dia menyoroti bahwa meskipun langkah-langkah tambahan di tingkat nasional belum diputuskan untuk mengatasi lonjakan infeksi baru-baru ini, para kepala daerah memiliki kekuatan untuk memberlakukan pembatasan di tingkat lokal.

Hal itu termasuk persyaratan masker wajah, penutupan awal bisnis yang menerima orang dan pembatalan acara. (Euronews, reza hikam)

Berita Terkait