Satelit

Atasi Disparitas Jaringan Internet di Tanah Air, Pemerintah Bangun Satelit Republik Indonesia (Satria)

  • Whatsapp
Ilustrasi satelit Satria.

JAKARTA-KEMPALAN: Internet merupakan jaringan telekomunikasi yang sangat penting di era modern seperti sekarang ini. Dengan internet, berbagai hal-hal informatif, edukatif, dan lain sebagainya, dapat diakses oleh masyarakat. Keterbukaan masyarakat terhadap internet akan berbanding lurus dengan modernisasi yang merata di Indonesia.

Namun naas, jaringan internet di Indonesia masih belum dapat dirasakan oleh berbagai masyarakat, terutama di daerah pelosok negeri. Timpang dengan di kota-kota besar, yang mana aksesbilitas terhadap internet sangat mudah didapatkan. Oleh karena itu, hal ini yang mendasari pemerintah untuk membangun satelit.

Pembangunan satelit ini dilakukan oleh pihak pemerintah yang bersinergi dengan PT Satelit Nusantara Tiga sebagai badan usaha Konsorsium. Satelit ini bernama Satelit Republik Indonesia atau disingkat Satria. Pembangunan satelit ini masuk dalam tahap konstruksi.

Pembangunan satelit Satria diharapkan mampu untuk menyentuh titik sentral pada lebih dari 150.000 layanan publik di Indonesia, terkhusus di daerah yang tertinggal dan belum mendapatkan akses internet sama sekali.

Mengutip dari penjelasan analitis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, bahwa ada sektiar 122 kota ataupun kabupatenn yang masuk di dalam daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Atau secara presentasi sekitar 30% dari total wilayan Indonesia.

Sebanyak 93.900 titik sektor pendidikan, 47.900 titik sektor pemerintah daerah, 3.900 titik sektor administrasi pertahanan dan keamanan, serta 3.700 titik sektor kesehatan masih belum terjangkau layanan internet.

Proses finalisasi kerja sama dalam bentuk penandatanganan sudah dilakukan sejak bulan Mei tahun 2019 lalu. Di mana juga tercetus pembentukan tim yang akan memantau secara kolektif bersama pihak Kominfo, POO, dan BIP pada September tahun 2020. Lalu kesepakatan finansial dalam pembangunan satelit Satria pada bulan Maret 2021. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait