Hasil Penelitian

Bekerja di Masa Pandemi, ILO Sampaikan Ketimpangan Jender

  • Whatsapp
Seorang pekerja kebun di Sri Lanka (J.A. Neshan Paul-Unsplash).

JENEWA-KEMPALAN: Sebuah laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyampaikan, kesenjangan antara lelaki dan perempuan di bursa tenaga kerja semakin parah karena pandemi Covid-19. Akan ada 13 juta lebih sedikit perempuan yang bekerja di sepanjang tahun 2021 ketimbang 2019.

“Meskipun proyeksi pertumbuhan pekerjaan pada tahun 2021 untuk perempuan melebihi laki-laki, namun, hal itu tidak akan cukup untuk membawa perempuan kembali ke tingkat pekerjaan sebelum pandemi,” kata laporan ILO seperti yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.

Hanya 43,2% perempuan usia kerja di dunia yang akan memiliki pekerjaan pada tahun 2021 dibandingkan dengan 68,6% pria usia kerja. Laporan ILO ini berjudul ‘Membangun Kedepan yang Lebih Adil: Hak-hak Perempuan untuk Bekerja dan Bekerja di Inti Pemulihan COVID-19’.

“Kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan serta pelecehan berbasis jender yang terkait dengan pekerjaan memburuk selama pandemi, semakin melemahkan kemampuan perempuan untuk terlibat dalam pekerjaan berbayar,” kata laporan itu.

Hal itu menunjukkan, perempuan telah menderita kerugian pekerjaan dan pendapatan yang tidak proporsional karena keterwakilan mereka yang berlebihan di sektor-sektor yang paling terpukul seperti sektor akomodasi dan layanan makanan serta sektor manufaktur.

Secara global, antara 2019 dan 2020, pekerjaan perempuan turun 4,2%, mewakili penurunan 54 juta pekerjaan, sementara pekerjaan laki-laki turun 3% atau 60 juta pekerjaan. Akan tetapi angka ini mewakili dunia, karena tiap kawasan memiliki angkanya masing-masing juga.

Semisal kawasan Amerika yang mengalami pengurangan paling signifikan dalam pekerjaan perempuan karena pandemi (penurunan 9,4%).

Penurunan tertinggi kedua dalam jumlah wanita yang bekerja terlihat di negara-negara Arab, di mana antara 2019 dan 2020, pekerjaan wanita menurun sebesar 4,1% dan pria sebesar 1,8%. Di negara-negara Arab, terlepas dari prospek pekerjaan perempuan yang menguntungkan pada tahun 2021, perempuan lima kali lebih kecil kemungkinannya untuk bekerja dibanding lelaki.

Sementara di Asia dan Pasifik, pandemi menyebabkan pekerjaan perempuan menurun 3,8% dibandingkan dengan penurunan 2,9% untuk pria. Adapun, di Eropa dan Asia Tengah, pekerjaan wanita dibatasi sebesar 2,5%, sementara pria menghadapi penurunan 1,9%.

Di Afrika, pekerjaan pria mengalami penurunan terkecil di semua wilayah geografis, dengan hanya penurunan 0,1% antara 2019 dan 2020, sementara pekerjaan wanita menurun sebesar 1,9%.

“Selama pandemi, perempuan menjadi jauh lebih baik di negara-negara yang mengambil langkah-langkah untuk mencegah mereka kehilangan pekerjaan dan memungkinkan mereka untuk kembali bekerja sedini mungkin,” kata ILO dan mencontohkan Chili dan Kolombia, dimana keduanya menerapkan subsidi.

ILO dalam laporan tersebut menyarankan untuk berinvestasi dalam ekonomi perawatan karena sektor kesehatan, pekerjaan sosial dan pendidikan sangat penting untuk pekerjaan, terutama bagi perempuan. (AA, reza hikam)

Berita Terkait