Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 09:39 WIB
Surabaya
--°C

Ribuan Warga Bangladesh Tetap Mudik Idul Adha di Tengah Pandemi

DHAKA-KEMPALAN: Termotivasi oleh tradisi yang sudah berlangsung lama, puluhan ribu orang Bangladesh meninggalkan daerah perkotaan di negara itu termasuk ibu kota Dhaka ke desa-desa untuk merayakan festival Idul Adha bersama orang-orang yang mereka cintai sambil secara terang-terangan melanggar pembatasan terkait pandemi Covid-19 dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.

Kamis (15/7) adalah hari pertama setelah negara itu mulai melonggarkan penguncian ketat sehingga bisnis dan perdagangan dapat berjalan dengan lancar dan orang dapat melakukan perjalanan dengan mudah menjelang Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Menurut laporan dari Stasiun Kereta Api Kamalapur utama Dhaka, Terminal Bus Sayedabad, dan Terminal Kapal Sadarghat (dikenal sebagai Terminal Peluncuran Sadarghat), orang-orang ditemukan terburu-buru untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka tanpa memperhatikan aturan kesehatan COVID-19.

Meski cukup banyak orang yang memakai masker, kebanyakan dari mereka tidak peduli sama sekali tentang jarak sosial, dan banyak yang tidak menutupi wajah mereka dengan benar.

Banyak juga yang terlihat bepergian dengan anak-anaknya tetapi tidak memperhatikan protokol kesehatan.

Komite Penasihat Teknis Nasional COVID-19 menyatakan keprihatinannya pada hari Rabu atas pelonggaran penguncian nasional oleh pemerintah.

Panitia juga mengeluarkan serangkaian rekomendasi, termasuk mendirikan pasar sapi Idul Fitri di area terbuka alih-alih di area kota untuk mengekang penyebaran infeksi, memastikan jarak sosial dan pedoman kesehatan di mana-mana dan tidak mengizinkan orang berusia 50 tahun ke atas mengunjungi pasar sapi.

Panitia juga mendorong masyarakat untuk merayakan Idul Fitri di tempat tinggal mereka saat ini dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pasar ternak digital.

Jumlah kasus di negara itu telah melampaui 1,07 juta dengan 12.236 kasus baru tercatat sementara hampir 906.000 orang telah pulih dari virus sejak pertama kali terdeteksi pada Maret tahun lalu. Hingga saat ini, Bangladesh telah memberikan 11 juta dosis vaksin, termasuk dosis pertama dan kedua, sementara lebih dari 10 juta orang telah mendaftar untuk vaksinasi. (Anadolu Agency, Abdul Manaf)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.