Sabtu, 7 Maret 2026, pukul : 04:43 WIB
Surabaya
--°C

Dirjen WHO Peringatkan Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

JENEWA-KEMPALAN: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, pandemi Covid-19 telah memasuki “tahap awal gelombang ketiga” ketika varian virus Delta yang menyebar cepat menyebabkan kasus melonjak, memusnahkan kemajuan yang dibuat melalui vaksin.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Rabu (14/7), jumlah infeksi secara global telah meningkat selama empat minggu berturut-turut dengan varian Delta sekarang hadir di 111 negara, dan kematian meningkat lagi setelah 10 minggu berturut-turut menurun.

Dia menyampaikan, varian Delta didorong oleh peningkatan hubungan sosial dan penggunaan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang tidak konsisten.

Virus ini telah membunuh lebih dari 4 juta orang secara global, menurut WHO, dan Ghebreyesus melihat varian Delta menjadi jenis dominan di seluruh dunia atau akan menjadi jenis dominan.

“Seiring meningkatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan Amerika Utara mulai berlaku, kami melihat penurunan berkelanjutan dalam kasus dan kematian,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Russia Today.

“Sayangnya, tren itu sekarang telah berbalik, dan kita berada di tahap awal gelombang ketiga,” tambah pentolan WHO itu.

Ghebreyesus menyesalkan kurangnya akses ke vaksin telah membuat sebagian besar populasi dunia rentan terhadap infeksi dan “berada pada belas kasihan virus.”

Sementara beberapa negara dengan persediaan vaksin yang cukup telah mencabut pembatasan jarak sosial dan membuka kembali masyarakat mereka, banyak negara belum menerima suntikan Covid-19. Sebagian besar tidak memiliki pasokan yang cukup.

“Kami terus melihat perbedaan yang mengejutkan dalam distribusi global vaksin dan akses yang tidak setara ke alat penyelamat jiwa,” tambahnya.

Meskipun negara G7 sudah berjanji bersama akan mendonasikan sebesar satu milyar dosis vaksin tahun depan, tapi kepala WHO itu menyatakan lebih banyak vaksin dibutuhkan dalam waktu yang lebih cepat. Organisasi itu, dengan program COVAX-nya, menyasar paling tidak 10% dari penduduk dunia pada September 2021. (RT, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.