Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 14 Jul 2021 10:05 WIB ·

Pasukan Khusus Afghanistan Masuk Kandahar, Taliban Malah Sudah Raib


					Barisan pasukan khusus Afghanistan (VOANews) Perbesar

Barisan pasukan khusus Afghanistan (VOANews)

KANDAHAR-KEMPALAN: Pasukan khusus tentara Afghanistan bergegas menuju desa Khan Baba di selatan provinsi Kandahar untuk memukul mundur Taliban yang telah bercokol di wilayah tersebut. Akan tetapi mereka menemukan para gerilyawan telah lama pergi ketika mereka tiba.

Menurut seorang anggota unit, Mayor Mohammad din Tasir, laporan yang diterima oleh pihak berwenang Afghanistan mengklaim sekitar 300 pejuang Taliban berencana mengambil alih wilayah Kandahar di bawah kendali mereka.

Tetapi yang ditemukan hanyalah beberapa penduduk setempat yang tetap tinggal, meskipun ada serangan pemberontak dan beberapa tentara yang terluka dari pasukan keamanan Afghanistan.

“Sayangnya, apa yang kami dengar di laporan dan apa yang kami lihat di TKP tidak sesuai”, kata Mohammad din Tasir seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik News. Ia mencatat hilangnya pasukan Taliban hanya membuktikan klaim bahwa mereka mengendalikan 80% negara terlalu dilebih-lebihkan.

Rupanya, para pejuang Taliban sebagian besar telah menggunakan taktik pukul lalu mundur seraya menghindari konfrontasi besar yang akan mengakibatkan banyak korban. Di desa tersebut, mereka menggunakan RPG dan senapan mesin untuk menyerbu pasukan keamanan setempat, lalu mundur sebelum pasukan utama Afghanistan tiba.

Menurut Reuters, serangan Angkatan Udara Afghanistan terhadap para penyerang berkontribusi pada hasilnya. Tentara Afghanistan yang selamat dari serangan tetapi terluka dibawa ke rumah sakit oleh pasukan yang baru tiba.

Meskipun menggunakan taktik pukul lalu mundur, Taliban dipercayai telah berkembang di bagian barat Afghanistan yang berbatasan dengan Iran. Sementara itu, Jenderal Austin Miller dari ketentaraan AS mengundurkan diri dari jabatannya setelah memimpin operasi di negara Asia Tengah itu. Ia secara simbolis mengakhiri konflik militer negaranya selama 20 tahun.

Penarikan kelompok itu terkait dengan diri mereka yang terlibat dalam pembicaraan damai dengan Kabul, tetapi hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan sama sekali dalam hal itu akhir-akhir ini. Namun, kelompok militan tersebut mengklaim bahwa mereka berencana untuk terlibat dalam menjalankan negara secara damai. (Sputnik, reza hikam)

Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Presiden Korea Selatan Janji untuk Ciptakan Perdamaian dengan Korea Utara

25 Oktober 2021 - 18:43 WIB

Moon Jae-in-VOA

Badan PBB Perkirakan lebih dari Setengah Juta Warga Afghanistan akan Hadapi Krisis Makanan Akut

25 Oktober 2021 - 17:01 WIB

Ilustrasi Krisis di Afghanistan-HRC

Putin: Keberadaan Militer NATO di Ukraina Merupakan Ancaman

25 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Putin-CaspianNews

Israel akan Dirikan 1300 Rumah Baru di West Bank, Palestina dan Yordania serta Aktivis Tidak Senang

25 Oktober 2021 - 14:06 WIB

Ilustrasi West Bank-BBC

Biden Menjadi Presiden AS Paling Buruk semenjak Perang Dunia II

25 Oktober 2021 - 13:08 WIB

Joe Biden-DW

Austria akan Legalkan Hukum untuk Bunuh Diri yang Dibantu

25 Oktober 2021 - 01:42 WIB

Ilustrasi Austria-GlobalTimes
Trending di kempalanmanca