Sabtu, 7 Maret 2026, pukul : 04:14 WIB
Surabaya
--°C

Seminar Daring Literasi Digital Kominfo Jatim: Surviving Pandemi dengan Literasi Digital

SURABAYA-KEMPALAN: Literasi Digital Nasional 2021 merupakan Program pemerintah yang diselenggarakan oleh KOMINFO dalam rangka memberikan informasi dan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat agar mampu menghadapi era digital. Dalam acara yang diselenggakaran pada Selasa (13/7) turut hadir Arief Budiono S.T,M.M – Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Bappeko Surabaya, Dr. Dhimam Abror Djuraid – Jurnalis Senior dan founder Kempalan.com, Rachel Octavia – CEO The F People dan CMO Infina, Elly Nurul – Ketua Kumpulan Emak Blogger, dan Key Opinion Leader Anelies Praramadhani – News Presenter Liputan 6 SCTV Jawa Timur & Public Speaker

Digital Skills: Cara Memilih Aplikasi Belajar Online Terbaik

Dalam pemaparannya, Arief Budiono mengatakan bahwa digital skill di masa pandemi sangat penting terlebih untuk kebutuhan Online Learning yang juga menjadi trend di era digital serta menjadi alternatif dalam banyak situasi. Beberapa kelebihannya antara lain praktis dan fleksibel, kekinian, pengalaman belajar yang menyenangkan, lebih personal, hewat waktu dan biaya serta mudah didokumentasikan.

Kemudian terdapat beberapa alasan khusus dalam memilih aplikasi Online Learning, diantaranya adalah adanya adab disrupsi, ketersediaan informasi di mana mendorong peserta didik untuk mencari berbagai sumber dan observasi mandiri, komputasi yang berarti pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (bertanya) dan bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab), otomasi yang berarti pembelajaran diarahkan untuk melatif berfikir analistis bukan mekanistis, dan komunikasi yang arahkan lebih berkolaborasi dan kerjasama dalam menyelesaikan masalah.

Survive di Tengah Tsunami Informasi

Dr. Dhimam Abror menjelaskan bahwa era digital juga disebut sebagai zaman Tsunami Informasi. Tsunami Informasi berarti bahwa banyak sekali informasi yang mudah didapatkan pada masa sekarang di mana tidak semuanya dibutuhkan, tetapi masuk ke ruang konsumsi tanpa permisi. Banyak dari informasi itu bersifat sampah, tetapi bukan berarti tidak berguna. Jika hal tersebut dikelola akan menjadi emas atau bahkan berlian. Informasi sampah itu menjadi Big Data yang kemudian diolah menjadi “Artificial Intelligence” yang sangat mahal nilainya.

Dr. Dhimam Abror juga menjelaskan bagaimana fenomena-fenomena berita hoax yang terjadi saat ini serta memberikan tips dan trik dalam memilah informasi. Dr. Dhimam juga menyoroti adanya fenomena The Death of Expertise, di mana profesor dan guru besar yang punya keahlian di bidangnya kalah dari selebgram yang bahkan tidak lulus SMA. Selebgram, youtuber, influencer dan buzzer lebih dikenal masyarakat daripada para ahli yang benar-benar mempunyai “Expertise”

Etika Digital: “konten digital hak cipta dan etika”

Dalam pemaparannya, Rachel Octavia yang merupakan CEO The F People, media gaya hidup yang berkembang sejak 2017 ini menjelaskan ruang lingkup etika dalam dunia digital. Terdapat empat poin penting dalam ruang lingkup etika, yaitu Kesadaran, Integritas, Tanggung Jawab dan Kebajikan. Kesadaran dalam hal ini adalah melakukan sesuatu dengan sadar dan memiliki tujuan. Integritas yang dimaksud adalah kejujuran dikarenakan banyaknya media digital yang berpotensi manipulative dan cenderung menggoda penggunanya untuk tidak jujur, semisal pelanggaran hak cipta, plagiasi, manipulasi dan sebagainya.

Tanggung Jawab yang dimaksud berkaitan dengan dampak atau akibat yang ditimbulkan dari suatu tindakan serta kebajikan menyangkut nilai kemanfaatan, kemanusiaan dan kebaikan. Rachel juga menjelaskan berbagai hak kekayaan intelektual, etika vs etiket, dan bentuk pelanggarn hak cipta yang sering terjadi.

Hak Digital sendiri menurut Siberkreasi dan Deloitte (2020) sebagai kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.

Keamanan Digital: “Orang tua dan keamanan digital anak”

Elly Nurul, Ketua komunitas emak2blogger.com menjelaskan bahwa anak-anak memiliki kesempatan luar biasa untuk belajar, berkreasi dan berkomunikasi melalui penggunaan teknologi. Pandemi covid-19 ini menurutnya membawa perubahan yang signifikan pada dunia pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Elly menambahkan bahwa berkreasi dan berimajinasi dapat dilakukan dengan bermain games, menonton tutorial kerajiba atau melakukan hobi. Anak juga punya kesempatan untuk menjadi lebih kreatif serta mengasah bakat.

Pada akhir acara, ditutup dengan sharing session atau tanya jawab dengan para peserta webinar yang dipimpin oleh Key Opinion Leader Anelies Praramadhani. KOL pada akhir acara juga menjelaskan bagaimana Surviving di Tengah Era Digital yang kaya akan berita hoax. Acara berakhir tepat pada pukul 12.00. (Abdul Manaf)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.