Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 15:39 WIB
Surabaya
--°C

Tanpa Antre Lama, 20 Ribu Pelajar SD-SMP Divaksin Massal di G10N

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menggelar vaksinasi massal khusus pelajar SD-SMP usia 12 tahun ke atas di Gelora 10 November (G10N), Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Minggu (11/7). Karena sudah dikoordinir dan diundang oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, vaksinasi massal khusus pelajar ini nyaris tanpa antre lama.

Padahal, ada 20 ribuan pelajar yang menerima vaksin dosis pertama hari ini. Mereka datang dengan tertib sesuai dengan jadwal yang telah telah ditetapkan oleh Dispendik. Tiba di Gelora 10 November, mereka langsung diskrining dan tidak lama kemudian mereka langsung disuntik vaksin, sehingga tidak ada kerumunan saat vaksinasi massal itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksaaan vaksinasi bagi pelajar di G10N hari ini menyasar sekitar 20 ribu pelajar hingga pukul 16.00 WIB. Ia menyebut, puluhan ribu pelajar itu tidak perlu antre sebab telah dikoordinir oleh masing-masing sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Seorang pelajar SMP disuntik vaksin.

“Seperti yang kita lihat, tidak ada pelajar yang antre. Jadi masuk, isi formulir, menuju meja skrining, kemudian suntik. Buktinya, ini sampai kosong tidak terjadi penumpukan,” kata Eri di sela-sela meninjau vaksinasi bagi pelajar itu.

Hal itu bisa terjadi karena para pelajar sudah dijadwal dan datang sesuai waktu yang ditentukan. Ia mencontohkan, setiap sekolah sudah diatur jadwal oleh Dispendik. Seperti misalnya sekolah A, mereka dijadwalkan vaksin pukul 07.00-08.00 WIB. Maka, jangan sampai tiba di lokasi sebelum pukul 07.00 WIB. Dengan begitu, tidak ada lagi peserta yang antre atau menunggu lama untuk mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Sehingga pola seperti inilah yang akan kita jadikan contoh. Insya Allah setelah vaksin datang semua, maka alur seperti ini yang akan kita gunakan. Lokasinya tetap di G10N,” paparnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya ini memaparkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin sekitar 1 jutaan kepada kementerian kesehatan. Dari angka itu, rencananya Eri bakal mendistribusikan kepada pelajar SD-SMP, dan warga usia 18 tahun ke atas. Bagi dia, vaksin anak tersebut menjadi penting dilakukan agar mempercepat mencapai herd imunity bagi anak-anak.

“Dan ada perasaan yakin dari mereka. Jadi kita upayakan selesaikan dulu untuk yang SD-SD lalu SMA. Nanti kita koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk SMA yang posisinya adalah warga Surabaya,” ungkap Eri.

Dia menghitung, dalam sehari Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan dapat merampungkan sekitar 30–40 ribu sasaran. Dari angka itu Eri memprediksi pelaksaan vaksinasi pelajar seluruh sekolah se-Surabaya akan rampung sekitar satu minggu.

“Mudah-mudahan kita doa bersama agar jumlah vaksin yang datang lebih banyak. Supaya lebih cepat kita distribusikan. Kalau pelajar totalnya kurang lebih sekitar 350 ribu anak, itu dari SD-SMA,” lanjutnya.

Sedangkan untuk vaksinasi bagi masyarakat umum di G10N, sementara dihentikan sembari menunggu ketersediaan vaksin. Bahkan, nantinya mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini memastikan setelah vaksin diterima, akan didistribusikan dengan mekanisme undangan tiap kelurahan.

“Misalnya, kelurahan A, B dan C kita beri undangan. Karena ini yang saya harapkan lebih rapi dan tidak terjadi penumpukan. Kalau nanti untuk perusahaan yang bekerja di Surabaya juga akan dikoordinir berapa jumlah pegawainya. Kita atur per undangan. Mohon doanya supaya segera dapat vaksin dengan jumlah yang banyak,” jelas dia.

Sementara itu, pelajar asal SD Negeri Ketabang Surabaya Deniz Fikri R, mengungkapkan tidak perlu antre untuk mendapatkan vaksin. Bahkan dia menyebut, setelah disuntik tidak  merasakan sakit sama sekali. Makanya, Deniz mengajak sesama pelajar tidak perlu takut untuk divaksin. “Ayo teman-teman jangan takut vaksin, tidak sakit kok dan tidak perlu antre,” kata Deniz.

Hal serupa juga dialami Anggun Widya D. Siswi SMP Negeri 1 Surabaya tersebut juga menceritakan pengalaman pertama kali divaksin Covid-19. Mulai dari mengisi formulir, tahap berikutnya menuju meja skrining lalu menuju meja penyuntikan. “Setelah disuntik kita diberi informasi mengenai vaksin selanjuutnya. Tidak ada antrean juga, jadi ayo teman-teman segera vaksin supaya kita sehat dan tidak gampang tertular Covid-19,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.