KERALA-KEMPALAN: Keadaan siaga telah diumumkan di negara bagian Kerala selatan India, di mana 14 kasus dikonfirmasi virus Zika telah dilaporkan, kata otoritas kesehatan, Jumat (9/7).
Di antara kasus positif adalah seorang wanita hamil berusia 24 tahun.
Melansir dari Anadolu Agency, Menteri Kesehatan Kerala Veena George mengatakan rencana aksi telah disiapkan untuk membendung penyebaran virus.
Menurut WHO, penyakit virus Zika disebabkan oleh virus yang ditularkan terutama oleh nyamuk Aedes, yang menggigit pada siang hari dan gejalanya biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
Gejala umumnya ringan dan termasuk demam, ruam, konjungtivitis, nyeri otot dan sendi, malaise atau sakit kepala.
Berbicara pada konferensi pers di ibu kota India, New Delhi, Lav Agarwal, seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa tim kesehatan khusus yang terdiri dari enam anggota telah dikirim untuk membantu pemerintah negara bagian.
Kasus virus Zika dilaporkan pada saat negara sedang berjuang dengan gelombang kedua pandemi. Pada hari Jumat, lebih dari 13.000 kasus COVID-19 baru terdaftar di negara bagian tersebut.
Agarwal mengatakan bahwa selama seminggu terakhir, negara bagian menyumbang 32% dari kasus baru di seluruh negeri.
“Ini akan menjadi situasi yang menantang bagi pemerintah Kerala. Sekarang mereka harus menangani dua penyakit,” kata Dr. Lalit Kant, seorang ahli epidemiologi, kepada Anadolu Agency.
“Mereka harus segera mengambil langkah untuk menahan infeksi yang ditularkan nyamuk,” tambah Kant.
India mencatat 43.393 kasus COVID-19 selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah total kasus menjadi lebih dari 30,7 juta.
Dengan 911 kematian selama sehari terakhir, jumlah kematian nasional mencapai 405.939. (Anadolu Agency, Abdul Manaf)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi