TOKYO-KEMPALAN: Produsen mobil asal Jepang Honda Motor Co. menyatakan bakal menghentikan produksi Clarity, satu-satunya mobil berbahan bahar hidrogen (BBH) pada Agustus mendatang. Keputusan ini diambil akibat penjualan yang lesu, sehingga Honda bisa fokus pada pengembangan kendaraan listrik.
Merujuk laporan The Asahi Shimbun, Minggu (4/7), Honda sedang berjuang menghadapi penjualan yang lesu ini karena stasiun pengisian hidrogen belum diperkenalkan secara luas di Jepang. Selama 2020, hanya sekitar 240 unit saja yang terjual baik di dalam maupun di luar Jepang.
Ditanya soal keputusan penghentian produksi tersebut, perwakilan Honda yang enggan menyebut nama mengatakan, produsen mobil ini menegaskan dibutuhkan lebih banyak waktu agar mobil BBH bisa diterima secara luas. ”Itu dari sudut pandang teknologi produksi massal dan biaya tinggi,” tegas sumber tersebut.
Meskipun Honda akan terus bekerja sama dengan General Motors Co. untuk mengembangkan teknologi sel bahan bakar. Namun produsen mobil Jepang tersebut belum memiliki rencana untuk merilis penerus Clarity hingga saat ini.
Diperkirakan, Honda juga akan mengakhiri pembuatan minivan Odyssey serta sedan mewah Legend di Jepang pada akhir tahun ini. Kedua model itu, serta Clarity, dirakit di pabrik Sayama di Prefektur Saitama, yang akan ditutup untuk selamanya pada akhir Maret tahun depan.
Manajemen Honda menyatakan hanya memproduksi mobil listrik model e dengan target awal penjualan sekitar 1.000 unit. Dan target ini telah berakhir sejak dirilis musim gugur lalu. (The Asahi Shimbun/reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi