Sabtu, 7 Maret 2026, pukul : 04:51 WIB
Surabaya
--°C

Atasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Gandeng Tim Ahli ITS

SIDOARJO-KEMPALAN: Peristiwa banjir sejak tahun 2019 di Desa Kedungbanteng dan Banjarsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo hingga saat ini belum teratasi. Air yang awalnya hanya menggenangi beberapa lahan, kini telah menenggelamkan sebagian sawah dan permukiman.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Sidoarjo dan masyarakat setempat, seperti pemasangan pompa air dan peninggian jalan. namun air genangan tak kunjung surut. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan kajian desain penanganan banjir dengan memperhatikan kondisi aktual kawasan tersebut,baik kondisi muka tanah, bawah permukaan, maupun sistem perairan dan tata wilayah.

Kepala Pusat Penelitian ITS Adjie Pamungkas dalam pemaparan di hadapan Bupati Sidoarjo Achmad Muhdlor Ali dan jajarannya terkait hasil penelitiannya selama dua tahun bersama ahli dari beberapa bidang.

Penelitian dilakukan ini dua cara yakni, rapid assessment yaitu penelitian secara cepat dengan cara pengumpulan data serta Long term atau jangka panjang,” katanya. ahli dari Institut tehnologi 10 Nopember Surabaya (ITS) yang telah melakukan penelitian dengan beberapa metode yang saling mendukung,yaitu dengan metode InSAR, GPS, Topografi, Geolistrik, analisis Hidrologi dan Hidrolika serta analisis dampak bencana.

suasana banjir di desa kedungbanteng dan banjarsar. antara umarul faruq

Berdadarkan hasil penelitian dengan metode InSAR time series selama tiga tahun dapat terdetaksi bahwa wilayah desa Kedungbanteng dan Banjarsari mengalami penurunan tanah secara signifikan yakni mencapai 60 cm. Semua itu di sebabkan adanya exprorasi pemgambilan bahan fluida yaitu gas atau cair. Dengan di ketahui penyebab utama dari penurunan tanah maka dapat di lakukan pencegahan kejadian penurunan tanah yakni dengan perencanaan drainase dan hidrologi.

Usai mencermati menganalisa pemaparan tim ahli ITS, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, Pemkab Sidoarjo akan mengupayakan sekuat mungkin karena biayanya cukup besar. Sehingga perlu kajian yang lebih mendalam lagi.
“Pihaknya (pemkab) Sidoarjo akan berusaha semampunya karena bianya tidak sedikit,” terangnya.
Gus Muhdlor berharap pemerintah pusat bisa membantu menangani masalah ini. Sebab masyarakat di dua desa tesebut juga warga negara Indonesia. (Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.