KEMPALAN: Prancis telah melahirkan banyak filsuf ternama mulai dari Revolusi Prancis hingga zaman modern, negeri ini telah menjadi tempat “inkubasi” filsuf. Bahkan ada yang bilang, jika Jerman melahirkan filsuf, tapi di Prancis-lah mereka mengembangkan pemikirannya. Salah satu filsuf paling terkemuka dari Prancis adalah Jean-Jacques Rousseau.
Ia sebenarnya adalah pria kelahiran Jenewa, Swiss. Rousseau di masa awal hidupnya menapaki banyak jalan, baik di Gereja Katolik, maupun berkarir sebagai musisi dan guru. Ia baru pindah menetap ke Paris pada tahun 1744. Rousseau pun berpindah-pindah dari Calvinisme ke Katolik lalu kembali ke Calvinisme lagi demi mendapatkan kewarganegaraan Jenewa-nya.
Di Paris, ia berkenalan dengan filsuf lainnya, Denis Diderot. Tidak lama kemudian pada tahun 1750, Rousseau menerbitkan karya pertamanya A Discourse on the Sciences and the Arts. Lalu pada 1755 ia menerbitkan Discourse on the Origin of Inequality dan karya besarnya, The Social Contract terbit pada tahun 1762.
Buku The Social Contract mengulas mengenai bagaimana negara didasarkan pada kontrak sosial yang asli yang dapat memberi manusia kebebasan dalam hidupnya dan sebagai gantinya, mereka taat terhadap hukum. Rousseau menggambarkan masyarakat sipil sebagai sesuatu yang disatukan oleh kehendak umum (general will) yang maju karena kepentingan bersama.
Menurut Ensiklopedi Filsafat Stanford, filsafat politik Rousseau, dalam hal ini kontrak sosialnya, melakukan penolakan terhadap gagasan Thomas Hobbes bahwa kehendak legislatif (membentuk undang-undang) dari rakyat dapat diberikan pada beberapa kelompok atau individu yang nantinya bertindak dengan wewenang yang mereka dapatkan lalu memerintah masyarakat.
Bagi Rousseau, tindakan semacam itu sama dengan perbudakan. Salah satu perbedaan utama dalam kontrak sosial ialah antara “yang berdaulat” dan “pemerintah”. “Yang berdaulat” terdiri dari rakyat secara keseluruhan yang menyampaikan hukum sebagai ekspresi dari kehendak umum.
Sedangkan “pemerintah” adalah badan yang lebih terbatas yang mengelola negara dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh hukum dan mengeluarkan keputusan yang menerapkan undang-undang dalam kasus tertentu.
Sang pemikir itu menganggap masyarakat sebagai penemuan (invention) dan berusaha menjelaskan manusia dengan melepaskan semua kualitas kebetulan (accidental qualities) yang muncul karena sosialisasi antar manusia. Ia berusaha memahami manusia dari keadaan paling murninya.
Rousseau meninggal pada 1778, dalam usia 66 tahun, saat berjalan-jalan di luar Paris. Dia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya sebagai selebritas, tinggal bersama istri mertuanya. Tetapi dia juga terus-menerus melarikan diri dari persekusi di Jenewa setelah beberapa idenya yang lebih radikal, terutama tentang agama, menimbulkan kontroversi (tekanan ini juga menyebabkan serangkaian gangguan mental).
Dia sekarang dimakamkan di Pantheon di Paris, dan orang Jenewa merayakannya sebagai putra asli mereka yang paling terkenal. Sang pemikir abad pencerahan itu lahir pada hari ini, 28 Juni 1712, 309 tahun yang lalu. (BBC/SEP/TSoL/IEP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi