BEM Unair

Polemik Jaket BEM Unair Menyeret Nama Abdul Chaq, Bagaimana Tanggapan Orang Terdekatnya?

  • Whatsapp
Postingan Abdul Chaq pada instagram pribadinya.

SURABAYA – KEMPALAN: Polemik jaket BEM Universitas Airlangga (Unair) belum menemui titik terang. Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, seperti Abdul Chaq selaku Presiden BEM Unair dan Zinedine Reza selaku Inspektorat Jenderal belum memberikan klarifikasi yang jelas.

Kabar ini menjadi simpang siur, karena banyak kabar-kabar burung bertebaran di media sosial mengenai kasus yang menggemparkan ini. Kasus ini bukan hanya memberikan nuansa buruk pada tubuh BEM Unair saja, namun juga menyerempet kepada nama baik almamater Universitas Airlangga.

Untuk mengungkap secara mendalam mengenai sosok dan kepribadian dari Abdul Chaq, tim Kempalan.com berhasil menemui dan mewawancarai salah satu senior yang cukup dekat dengan Abdul Chaq.

Ia menjelaskan bahwa dirinya mengenal Chaq karena merupakan adik tingkatnya pada program studi Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya. Selain itu, dirinya ternyata juga tinggal di satu kontrakan bersama Presiden BEM Unair 2021 ini.

Selanjutnya, Kempalan.com menanyakan respon dan tanggapannya mengenai kasus yang menimpa BEM Unair ini dan menyeret nama dari Chaq.

“Ya saya kaget itu. Namun beberapa media kan melihat dari sudut pandang di pelapor. Nah dari tiga nama yang disebut juga belum memberikan statement. Sehingga saya tidak dapat menyimpulkan,” ujarnya kepada tim Kempalan.com, pada Minggu (20/6).

Ia menuturkan jika sempat bertanya kepada Chaq mengenai kasus ini. Akan tetapi, jawaban dari yang bersangkutan tidak spesifik menyebutkan kronologi dari kejadian ini versi dia. Intinya, kejadian yang menjadi tranding topic di berbagai media sosial ini adalah kesalahpahaman.

Kasus yang sebenarnya sudah diangkat ke media sejak hari Rabu (16/6) ini, belum ada klarifikasi resmi dari Chaq sebagai nama yang disebut dalam video yang diunggah oleh Achmad Alak di instagram resminya. Tidak hanya itu, Chaq juga tidak diketahui keberadaannya beberapa hari kebelakang ini.

“Chaq itu memang satu atau dua hari yang lalu sedang di luar kota dan sekarang sudah di Surabaya. Saat dikontrakan juga tidak bertemu, karena pagi kerja sampai sore dan malamnya ketika pulang juga tidak bertemu. Jadi mungkin ya sibuk mengurusi internalnya,” tuturnya.

Sebagai senior terdekat dari Chaq ia juga menyarankan agar yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi, karena ditakutkan membawa lembaga-lembaga yang lainnya. Ia mempertegas kepada Chaq jika salah ya bilang salah dan kalau benar ya bilang benar.

Namun Chaq berdalih, bahwa dirinya akan melalui tahapan-tahapan terlebih dahulu. Ia melihat kasus ini merupakan permasalahan di internal BEM Unair, maka dirinya ingin menyelesaikan di internal dulu.

Ia memperjelas jika sebenarnya tahu terkait permasalahan ini adalah Chaq itu sendiri. Ia memaparkan jika memang akhir-akhir ini cukup jarang bertemu Chaq. Selain Chaq sibuk berkeliling, dirinya juga sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari.

Ia menegaskan bahwa jika memang Chaq terbukti bersalah, maka yang bersangkutan harus benar-benar bertanggung jawab. Jika memang dia benar, maka harus disegerakan membuat klarifikasi supaya teman-teman tidak terkena dampak. (Rafi Aufa Mawardi dan Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait