SURABAYA-KEMPALAN: Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kembali “mewisuda” 33 pasien penyintas Covid-19, Senin (21/6). Mereka dinyatakan sembuh oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Dari 33 pasien tersebut, dua orang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), tujuh umum dan 24 orang dari klaster Bangkalan. Dua diantaranya adalah pasien yang sebelumnya telah terkonfirmasi varian baru Delta (strain India), yakni Mr. M dan Mr. N.
Saat masuk RSLI pada 6 Juni, Px. 7529 Mr. M asal Bangkalan dengan gejala ringan (meriang), tanpa komorbid. Sedang Px. 7520 Mr. N asal Sampang dengan gejala ringan (panas), tanpa komorbid.
Setelah menjalani perawatan dan pengobatan, pada hari ini, Senin (21/6), mereka dinyatakan sembuh dan boleh pulang.
Dengan demikian, RSLI telah berhasil menangani dan menyembuhkan pasien dengan varian baru Delta (strain India). Untuk itu, Penanggungjawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV menyatakan bersyukur dan menyampaikan selamat kepada para pasien yang berhasil sembuh.
“Termasuk dua pasien yang terkonfirmasi varian baru Delta. Saya berpesan agar tetap selalu menjaga dan menjalankan protokol kesehatan secara konsisten,” kata dr Nalendra dalam rilisnya, Senin (21/6).
Selain itu, ia juga mengingatkan agar terus berusaha menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh melalui makan makanan bergizi. Juga asupan vitamin yang cukup, terutama yang bersumber dari buah-buahan, serta istirahat yang cukup saat badan mulai terasa lelah.
Menurut dr Nalendra, pesan ini tidak hanya ditujukan pada mereka yang ”diwisuda” tapi juga dititipkan untuk disampaikan kepada saudara, keluarga, tetangga dan masyarakat luas lainnya.
Ditegaskan, dengan kesembuhan dua pasien baru varian baru India ini, ia menyampaikan bahwa Covid-19 itu bisa ditangani dan disembuhkan, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu takut.
Namun demikian, lanjut dr.Nalendra, harus tetap waspada. Pasalnya, tipologi varian baru tersebut lebih cepat menular dan menyebar, lebih cepat daya rusaknya (apa bila tidak segera ditangani) serta menyerang pula pada orang usia muda.
“Jadi, harus tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama. Ini adalah langkah yang harus dijalankan selama pandemi belum berakhir,” tegasnya.
Seperti diketahui, sejak Mei 2021, RSLI total telah menerima konfirmasi tujuh pasien varian baru, yakni B.117 (strain Inggris) satu orang, B.1351 (strain Afrika Selatan) satu orang, dan B.1.617.2 (strain India) lima orang.
Strain Inggris dan Afsel didapat dari sampel Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan strain India semua berasal dari Klaster Bangkalan, yang dikirimkan oleh Satgas Covid-19 Surabaya. Yaitu hasil dari tracing penyekatan Suramadu sisi Surabaya pada 6 Juni 2021.
Pasien dengan varian B.117 (strain Inggris) dan B.1351 (strain Afrika Selatan) dari PMI ditangani dengan baik. Ms. P dirawat 14 hari dan Mr. M dirawat 18 hari. Hasil dua kali swab negatif dan sudah dinyatakan sembuh. Seorang pasien varian baru India pindah faskes 12 Juni 2021 RS di Bojonegoro dengan pertimbangan lebih dekat domisili. Dua orang hari ini sembuh dan dua orang lainnya masih dirawat dengan kondisi yang stabil.
Yang masih dirawat tetap mendapatkan penangan khusus, yaitu di ruangan tersendiri, dengan monitoring dan observasi sesuai ketentuan KMK dan tata laksana pelayanan pasien khusus. Kondisi klinis akan dimonitoring dengan ketat, serta penangan lebih serius dari para dokter dan nakes RSLI serta didampingi penanganan non medis oleh relawan pendamping Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) RSLI.
Sementara itu, Radian Jadid, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI membeberkan, berdasarkan data, jumlah pasien yang dirawat per hari ini Senin ( 21/6) pukul 13.30 WIB, sebanyak 341 orang. Mereka terdiri dari PMI 58, Klaster Madura 204, dan Umum/Mandiri 79 orang. Sedang jumlah inden (antri masuk) 65 orang.
“Daya tampung RSLI 410 bed, sekarang terisi 341 pasien. Masih ada space 69 bed, dengan jumlah inden 65 calon pasien,” ujar Jadid.
Menurutnya, hingga hari ini RSLI Total sudah melayani 8.016 pasien dan telah berhasil menyembuhan 7.342 orang. Tingkat kesembuhan 96,76 persen dengan angka kontribusi tingkat nasional 0,44 persen, JawaTimur 5,09 persen dan Surabaya 31,83 persen. (Dwi Arifin)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi