Teknologi Pendidikan

Rektor ITS: Sektor Pendidikan Harus Memanfaatkan Teknologi Secara Utuh

  • Whatsapp
Rektor ITS Prof. Dr. Ir Mochamad Ashari, M.Eng

JAKARTA-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama kurun waktu yang cukup panjang membuat banyak sektor terdampak, salah satunya sektor pendidikan. Sudah lebih dari satu tahun, proses pembelajaran berlangsung secara daring dengan memanfaatkan teknologi.

Zaman yang serba modern dan teknologi yang sudah masuk dalam kateogori “murah”, membantu sektor pendidikan dalam mengadopsi berbagai inovasi ini dalam menjalankan proses transmisi ilmu sebagai kewajiban.

Kondisi ini diperjelas oleh Mochamad Ashari selaku Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dimana ia mengungkapkan bahwa sektor pendidikan harus dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi secara keseluruhan.

Mochamad Ashari menjelaskan, jika infrastruktur teknologi sudah dibangun dengan baik dan optimal, maka kualitas dari para tim pendidik harus sama majunya dengan perkembangan teknologi yang dewasa ini dikembangkan secara masif.

Hal ini disampaikan olehnya pada saat agenda Bincang Perspektif Trakindo: Masa Depan Pendidikan Teknologi di Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 secara virtual, pada hari Kamis (10/6).

“Ada banyak hal yang harus disiapkan, yaitu kapasitas atau kemampuan para pendidik dan materi yang disampaikan harus sama beriringan bersama dengan kemajuan teknologi itu sendiri,” ujar pria kelahiran 1965 ini.

Jika menilik skema pendidikan di masa pandemi ini, pemanfaatan teknologi benar-benar dikonversikan dalam setiap proses pembelajaran. Namun menurutnya, tim pendidik harus memahami betuk terkait bagaimana memanfaatkan teknologi sebaik mungkin.

“Sebab, jika melalui bicara saja, anak didik pun akan merasakan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Perlu ada selingan, lalu (belajar) bukan satu-satunya belajar online di depan gadget. Ini yang saya maksud kemampuan guru itu harus juga canggih ya,” imbuhnya.

Rektor kelahiran Sidoarjo ini, menilai bahwa tim pendidik harus berinovasi dalam memberikan metode pembelajaran sebaik dan seefektif mungkin. Terkhusus di sekolah dasar, yang mana muridnya masih kanak-kanak. Tim pendidikan harus cerdas dalam melakukan interaksi simetris dengan para murid, agar proses pembelajaran tidak membosankan. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait