Spanyol

Warga Muslim Spanyol: Mispersepsi tentang Islam Harus Dihilangkan

  • Whatsapp
Kepala Asosiasi Masyarakat Islam Spanyol, Umar del Pozo (Mezquita de Granada).

GRANADA-KEMPALAN: Sekitar 2,1 juta Muslim tinggal di Spanyol. Dari jumlah tersebut 880.000 adalah warga negara Spanyol dan sebagian besar adalah migran yang memperoleh kewarganegaraan.

Melansir dari Anadolu Agency, minoritas Muslim Spanyol mengatakan bahwa persepsi bahwa Islam hanya agama bagi para migran harus dihilangkan.

Umar del Pozo, kepala Asosiasi Masyarakat Islam Spanyol, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa setidaknya satu orang masuk Islam setiap hari Jumat di Masjid Agung Granada dan hampir 3.000 Muslim Spanyol tinggal di Granada.

Del Pozo menyatakan bahwa dia adalah anak dari keluarga Spanyol yang masuk Islam.

Sementara itu, Muhammed Jauiriddin, seorang Spanyol, yang masuk Islam berkata, “Allah telah mengetuk pintunya 40 tahun yang lalu.”

“Saat ini ada misinformasi tentang Islam. Kampanye anti-Islam selalu Anda temui di koran, televisi, semua jenis media. Ini sangat tragis karena banyak ketidaktahuan,” kata Jauiriddin.

Warga negara Spanyol lainnya, Rosario, yang lahir dan besar di Granada yang mana terdapat benteng Islam terakhir di Spanyol selama periode Islam Andalusia (711-1492), masuk Islam 39 tahun lalu. Dia mengubah namanya menjadi Saliha.

Dia mengatakan bahwa sangat sulit untuk menghancurkan beberapa prasangka tentang Islam dan bahwa pendekatan pers merupakan faktor penting dalam hal ini.

Saliha mengatakan bahwa setelah kediktatoran Franco berakhir pada tahun 1975, ada kekhawatiran besar di kalangan penduduk muda.

“Saya menemukan Islam dalam pencarian ini. Percaya pada satu Tuhan, Allah, semua ini membawa saya lebih dekat dengan Islam. Teman-teman saya sangat terkejut dengan ini dan ada yang tidak mengerti saya,” katanya.

Persepsi mengenai Islam adalah agama imigran pada nantinya memicu kultur Islamofobia di Spanyol padahal dalam sejarahnya, hampir seluruh wilayah Spanyol dikuasai oleh kerajaan dan kekhalifaan Islam.

Salah satu saksi bisu dalam berkembangnya Islam di Spanyol hingga 1492 adalah istana megah Alhambra yang ada di Granada sebelum dikuasai oleh House of Trastamara dari Castilian. Alhambra ini merupakan bekas Romawi Kuno yang direnovasi oleh Kesultanan Granada di abad ke-13. Warga Spanyol harus mengetahui bahwa Islam merupakan salah satu tonggak sejarah mereka dan tidak boleh ada mispersepsi tentang Islam adalah agama imigran. (Anadolu Agency, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait