Rusia

Rusia Bela Mladic, Hasil Persidangan PBB Dianggap Politisasi Yugoslavia

  • Whatsapp
Gennady Kuzmin.

MOSKOW-KEMPALAN: Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Kriminal (IRMCT) pada  Selasa (8/6) menegaskan kembali hukuman mantan komandan Serbia Bosnia atas kejahatan perang yang dilakukan selama konflik 1992-95 di bekas Yugoslavia. Pada saat yang sama, Mladic tidak dinyatakan bersalah membunuh sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia di kota Srebrenica.

Menurut Gennady Kuzmin, Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Rusia yakin vonis terhadap Jenderal Ratko Mladic merupakan kelanjutan dari pendekatan politis yang diadopsi oleh Pengadilan Kriminal sebelumnya untuk bekas Yugoslavia.

“Putusan yang dipublikasikan terhadap Ratko Mladic adalah kelanjutan dari pendekatan politis yang diadopsi oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia,” kata Kuzmin dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai masalah tersebut. Ia juga menambahkan, hal itu telah menjadi noda pada reputasi mekanisme residual (IRMCT).

Tidak lama lagi, akan menjadi 30 tahun kita telah melihat mesin peradilan Den Haag yang bias dan mahal secara metodis menggiling kehidupan para peserta perang Balkan,” tambah diplomat itu seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik.

Rusia sangat bersikeras pada pemeriksaan medis yang lengkap dan independen untuk menentukan apakah Mladic telah mempertahankan kemampuan kognitifnya, kata duta besar tersebut.

“Pemeriksaan dan sertifikasi independen penuh, termasuk apakah dia [Mladic] telah mempertahankan fungsi kognitifnya, masih belum dilakukan,” kata Kuzmin selama pertemuan dewan dan memaksakan kehendak Rusia.

Mengomentari keputusan tersebut, Presiden Republica Srpska Zeljka Cvijanovic mengatakan bahwa IRMCT telah mengkonfirmasi sikap anti-Serbianya setelah menegaskan hukuman penjara seumur hidup atas Mladic.

Pengacaranya, Branko Lukic, mengatakan kepada Sputnik bahwa hakim dari Kamar Banding IRMCT di Den Haag tidak mempertimbangkan bukti yang diajukan oleh tim pembela dan tidak memperhitungkan argumennya dalam kasus Mladic.

Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menulis di Twitter untuk membalas pujian Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg atas keputusan IRMCT. Diplomat Rusia itu mengatakan, Stoltenberg tampaknya memiliki pengetahuan yang sangat buruk tentang peristiwa di bekas Yugoslavia, yang tidak cocok untuk posisi tinggi yang dipegangnya. (Sputnik, reza hikam)

Berita Terkait