Lituania

Presiden Lituania: Masalah Pemilu Kalahkan Implementasi Janji Politik

  • Whatsapp
Gitanas Nauseda, Presiden Lituania.

VILNIUS-KEMPALAN: Pada hari Selasa (8/6), Presiden Gitanas Nausėda menyampaikan Pidato Kenegaraan keduanya di Parlemen Lituania, meninjau situasi di negara tersebut. Presiden mencatat dalam pidatonya, keputusan beberapa politisi dan pemerintah mengurangi kepercayaan pada negara.

“Ayunan kesombongan menentukan pilihan yang dibuat, tergantung di mana seorang politisi duduk – dalam oposisi atau mayoritas yang berkuasa,” kepala negara itu menggambarkan hubungan antara kekuatan politik yang bersaing. Nauseda memperingatkan, partai yang berkuasa memiliki waktu yang terbatas untuk menerapkan reformasi yang penting dan menambahkan, sejumlah janji saat pemilu terlah terlupakan.

“Kita tidak bisa lagi menunda perubahan yang akan mengurangi pembebasan pajak dan meningkatkan pendapatan anggaran. Mereka yang lebih setara dari yang lain masih ada di bidang perpajakan. Mereka yang menerima capital gain tinggi tetap membayar pajak lebih rendah daripada karyawan yang dibayar lebih rendah,” kata Nauseda seperti yang dikutip Kempalan dari ELTA.

Ia menambahkan bahwa dirinya memahami negaranya sedang berusaha keras untuk melawan dampak pandemi, namun ia menekankan pemerintahnya tidak bisa menggunakan virus Corona terus-menerus untuk alasan atas kurangnya kehendak politik.

“Pengalaman menunjukkan bahwa jendela dalam agenda politik untuk memberikan pendidikan, kesehatan, perpajakan, budaya, dan reformasi penting nasional lainnya agak kecil. Dan itu menyempit karena waktu yang terbuang dalam argumen mengenai prosedur pemilihan atau perpanjangan penjualan alkohol oleh lima jam per minggu,” kata presiden itu.

Ia mengatakan setahun dari sekarang, ketika ia memberikan pidato kenegaraan selanjutnya, jendela itu akan tertutup sementara mempermasalahkan mereka yang berada dalam pidato kenegaraannya itu bingung dalam perkara pemilu.

Nausėda juga mencatat, ia berharap Pemerintah berbuat lebih banyak mencegah listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga nuklir Belarusia memasuki pasar listrik Lituania dan menyerukan untuk mencapai kesepakatan trilateral dengan Latvia dan Estonia mengenai metodologi perdagangan listrik.

Lebih lanjut, presiden menyatakan bahwa orang-orang Lituania “melihat para politisi tersandung dalam pertengkaran yang sia-sia dan keengganan untuk mendengarkan”. Ia juga menjelaskan bahwa ketika pemerintah menunjukkan kebingungan dan ketidakpastian, mengubah rencananya dan tidak mampu merencanakan langkah ke masa depan, maka beban masyarakat akan bertambah.

“Demokrasi tidak berdiri di atas batu. Demokrasi dapat dirusak kapan saja oleh kehausan akan kekuatan kekuatan politik ini atau itu. Ia dapat dirusak oleh ketegangan sosial dan ekonomi, kekecewaan rakyat terhadap keadilan dan kurangnya solidaritas publik,” tegas presiden. (ELTA, reza hikam)

Berita Terkait