Liga 2

Hizbul Wathan FC Keberatan Delapan Tim Langsung Degradasi, Minta Adil dalam Penentuan Tuan Rumah

  • Whatsapp

SURABAYA–KEMPALAN: Manager meeting untuk Liga 2 digelar kemarin. Beberapa rancangan soal kompetisi divisi kedua sepak bola Indonesia dipaparkan kepada 24 peserta. Baik format maupun penentuan tuan rumah putaran pertama.

Untuk tuan rumah, LIB membuka kans kepada seluruh peserta untuk mengusulkan diri. Artinya, semua tim mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi calon tuan rumah. Jika nanti usul lebih dari empat tim, penentuannya dilakukan dengan diundi.

Hal tersebut mendapat kritik dari salah satu peserta, Hizbul Wathan FC (HWFC). Presiden Hizbul Wathan FC yang juga founder portal berita Kempalan.com Dr. Dhimam Abror mengatakan, seharusnya penentuan seperti itu tidak dilakukan PSSI. ”Nanti jatuhnya tim-tim selebriti ini yang mampu untuk jadi tuan rumah,” ujarnya.

Menurut Abror, LIB seharusnya adil dalam menentukan tuan rumah. Mantan ketua Pengda PSSI Jawa Timur itu menegaskan, HWFC berniat mengajukan diri menjadi tuan rumah.

”Tapi, kami masih melihat hak dan kewajiban sebagai tuan rumah seperti apa. Kalau memberatkan dan keluar dana banyak, tentu kami keberatan,” ucapnya.

Jika berkaca pada rancangan Liga 2 musim 2020, tuan rumah di putaran pertama wajib memberikan akomodasi/transportasi dan menyediakan lapangan latihan secara gratis selama putaran pertama.

”Kami harus melihat dapat subsidi berapa. Kalau tidak mencukupi, tentu sangat sulit. Apalagi, kami tim Liga 2 ini tidak dapat bagian hak siar,” paparnya.

Selain itu, pemasukan lain dari tiket tidak ada. Berlangsung di pandemi korona, PSSI dan LIB sudah menetapkan bahwa Liga 2 musim ini belum bisa dihadiri suporter. ”Lalu, pendapatan dari mana? Harusnya LIB sebagai operator juga melihat situasi yang ada,” ujarnya.

Abror menyatakan, sebagai satu-satunya klub dari Jawa Timur, seharusnya jatah satu tuan rumah bisa diberikan kepada Jawa Timur. LIB juga harus melihat situasi yang ada. Tidak melulu soal urusan menjadi tuan rumah bisa main di kandang sendiri, tapi wajib mengeluarkan biaya.

”Jadi, tolong itu juga dilihat. Kalau begitu, tim-tim selebriti kan jadi mudah usulkan tuan rumah. Lha kami dan tim-tim lain nasibnya jadi tamu saja,” paparnya.

Selain soal tuan rumah, HWFC akan mengirimkan surat keberatan mengenai format yang diusulkan LIB. Salah satunya soal putaran pertama mengenai dua klub di setiap grup yang langsung terdegradasi setelah memainkan 10 pertandingan. Yakni, peringkat ke-5 dan 6. ”Semua grup jadi grup neraka kalau seperti ini,” tegasnya.

HWFC mengusulkan hanya 3–4 tim yang terdegradasi dari Liga 2 ke Liga 3. Artinya, di setiap grup hanya ada satu tim yang terdegradasi. ”Mungkin salah satunya dengan poin terbanyak bisa playoff atau bagaimana. Jangan langsung dua tim tiap grup degradasi putaran pertama. Sepuluh pertandingan saja lho,” tegasnya.

Menurut dia, rancangan yang dibuat LIB dan PSSI tidak memihak kepada peserta. ”Harusnya ada empati bagi kami yang terus mempertahankan eksistensi sepak bola ini,” harapnya. (nn)

Berita Terkait