Jelang Pilpres 2024

Zulkifli Hasan: PDIP Partai Besar, Semoga Bisa Koalisi

  • Whatsapp
Zulkifli usai menghadiri acara Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berharap dapat berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilpres 2024. Koalisi tersbut terbuka lebar mengingat PAN sudah ditinggalkan tokoh seniornya Amien Rais.

“PDI Perjuangan adalah partai politik besar, sehingga apabila mengajak kami untuk berkoalisi, itu suatu kehormatan,” kata Zulkifli, usai menghadiri acara Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Pernyataan Zulkifli itu sekaligus menanggapi pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto. Hasto sebelumnya menyebut peluang koalisi antara partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu terbuka lebar setelah Amien Rais meninggalkan PAN.

Zulkifli menilai koalisi PAN dalam pemilu mendatang tidak hanya terpaku pada satu partai, sehingga terbuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai politik lainnya seperti Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKS.

“Tentu 20 persen (ambang batas partai mengajukan calon presiden, Red), kami tidak bisa sendiri. Jadi kalau kami diajak koalisi, berarti partai tersebut menghormati PAN, dan kami ucapkan terima kasih,” ujarnya pula.

Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan bahwa partainya belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai politik mana saja untuk Pemilu 2024.

Menurut dia, partainya saat ini sedang fokus membantu Pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

“Kami sekarang sedang fokus dalam penanganan COVID-19, ini kan kasusnya lagi meningkat lalu ekonomi dalam kondisi tidak baik. Saya mengajak kita semua hentikan saling hujat,” katanya.

Zulkifli menekankan bahwa kunci utama kemajuan bangsa Indonesia adalah bersatunya seluruh masyarakat untuk membangun bangsa.

Menurut dia, semua perbedaan yang ada, khususnya pasca-Pemilu 2019 harus dihilangkan, karena sudah saatnya untuk bersatu mengatasi berbagai persoalan bangsa.

“Kita harus hentikan soal ‘kampret-cebong’, karena kalau kita tidak bisa bersatu, Indonesia tidak bisa maju,” ujarnya pula. (ant)

Berita Terkait