Rusia

Setelah Roman Protasevic, Terbitlah Andrei Pivovarov

  • Whatsapp
Andrei Pivovarov dalam tahanan.

MOSKOW-KEMPALAN: Seminggu terakhir, Eropa telah digemparkan dengan upaya penghentian paksa penerbangan Ryanair oleh Pemerintah Belarusia demi menangkap dan menahan Roman Protasevic, tokoh oposisi dari media NEXTA. Sekarang muncul kasus lain, tapi di Rusia.

Meskipun tidak dalam posisi yang sama ketika ditangkap, Andrei Pivovarov, direktur eksekutif Open Russia yang sudah dibubarkan, gerakan pro-demokrasi yang didirikan oleh kritikus Pemerintah Rusia, Mikhail Khodorkovsky, diambil dari pesawat di St. Petersburg dan ditahan dalam upaya pelemahan kelompok oposisi di Rusia.

Andrei Pivovarov ditangkap untuk diinterogasi di St. Petersburg dan ditahan atas tuduhan pelanggaran hukum “organisasi yang tidak diinginkan” menurut pesan yang dikirimkan melalui pengacaranya di Telegram pada Senin (31/5).

“Mereka baru saja mengatakan bahwa sebuah kasus dibuka terhadap saya berdasarkan Pasal 284,1 KUHP untuk kerja sama dengan organisasi yang tidak diinginkan, yang tidak masuk akal,” kata Pivovarov dalam surat itu seperti yang dikutip Kempalan dari Radio Free Europe/Radio Liberty.

Dia mengatakan pihak berwenang berencana untuk membawanya nanti ke Krasnodar, sebuah kota di Rusia selatan, untuk alasan yang belum diketahui. Tidak ada komentar langsung dari pihak berwenang di Rusia. Pivovarov diturunkan dari pesawat menuju Warsawa saat sedang meluncur di landasan pacu di Bandara Pulkovo.

Polisi menggeledah apartemennya di St. Petersburg semalam dan penyelidikan kriminal diluncurkan terhadap aktivis berusia 39 tahun itu karena bekerja sama dengan “organisasi yang tidak diinginkan,” kata tim Pivovarov di Facebook. Pivovarov menghadapi hukuman enam tahun penjara jika terbukti bersalah.

Menurut Sydney Morning Herald, pemindahan Pivovarov dari pesawat dilakukan kurang dari dua minggu setelah pemerintah Belarusia memaksa menjatuhkan jet Ryanair untuk menangkap blogger Belarusia Raman Pratasevich yang melewati wilayah udara negara itu dalam penerbangan dari Athena ke Lituania.

Adapun, undang-undang “organisasi yang tidak diinginkan”, yang diadopsi pada Mei 2015, adalah bagian dari serangkaian peraturan yang didorong oleh Kremlin yang menekan banyak organisasi nirlaba dan nonpemerintah yang menerima dana dari sumber asing – terutama dari Eropa dan Amerika Serikat. (RFE/RL/SMH/RTE, reza hikam)

Berita Terkait