Krisis Politik Myanmar

Bentuk Komite, Muslim Myanmar Bantu Revolusi Demokrasi Myanmar

  • Whatsapp
Masjid Narsapuri di Yangon, Myanmar. (ucanews)

NAYPYIDAW-KEMPALAN: Muslim di Myanmar dari berbagai latar belakang etnis telah membentuk Komite Konsultasi Multi-etnis Muslim Myanmar (MMMCC) untuk memulihkan demokrasi dan keadilan di negara tersebut dan melindungi hak-hak sah semua kelompok etnis Muslim di negara itu, menurut sumber resmi.

Komite akan bekerja untuk mencapai lima tujuan dasar, termasuk “untuk mengklarifikasi dan mendapatkan jaminan dari Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) mengenai kebijakan terhadap Muslim Myanmar, Rohingya dan kelompok etnis lainnya,” katanya pada hari Sabtu (29/5) dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook resminya.

MMMCC akan “melakukan perlawanan tegas terhadap kediktatoran dan bekerja menuju negara demokratis federal yang memberikan hak yang sama kepada setiap warga negara dengan bergandengan tangan dengan aliansi yang memiliki nilai dan tujuan yang sama,” menurut pernyataannya.

Melansir dari Anadolu Agency, juru bicara MMMCC Ko Kyaw Soe Win mengatakan bahwa komite tersebut “inklusif” dari semua etnis minoritas Muslim termasuk Rohingya.

“Maksud dan tujuan komite ini adalah pertama-tama mengidentifikasi kebijakan Pemerintah Persatuan Nasional terhadap populasi Muslim di seluruh Burma,” kata Win, menggunakan nama lain untuk Myanmar.

“Kemudian kami mengharapkan pemerintah NUG untuk menghapus Undang-undang Kewarganegaraan 1982 yang kontroversial, yang telah menyangkal legitimasi etnis Muslim yang telah berusia berabad-abad,” katanya, menyebutnya sebagai “undang-undang tipe Nazi.”

“Kami juga mengharapkan persamaan hak dan jaminan hak asasi manusia bagi penduduk Muslim di Burma di bawah rezim baru.”

Mengekspresikan komitmen untuk bekerja dengan platform anti-kudeta, dia berkata: “Kami akan membantu pemerintah NUG untuk diakui oleh komunitas internasional. Kami sudah terlibat dalam revolusi ini, mempertaruhkan nyawa rakyat kami. “

Mengutip data, Win mengklaim populasi Muslim di Myanmar sekitar 6-7 juta, dengan Rohingya sekitar 30%.

“Sisanya adalah Pashu, Panthe, Pathi dan banyak etnis minoritas Muslim lainnya. Estimasi total populasi kami lebih dari 10% dari populasi Myanmar, ” ujar Kyaw Soe Win. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait