KOLOM

Bau Kentut Slank

  • Whatsapp
Konser Dua Jari 2014

KEMPALAN: Woy siapa yang kentut nih..? Bang bang tut akar kulang kaling
Siapa yang kentut ditembak raja maling
Musuh dalam selimut, sama juga maling
Mulut bau kentut, di belakang ngomong miring

Itu adalah potongan lirik lagi ‘’Bang Bang Tut’’ dari grup rock Slank. Semua slankers di Indonesia pasti hafal lagu itu, karena lagu itu salah satu hit Slank.
Bang Bang Tut adalah bagian dari tembang atau lagu yang biasanya dinyanyikan dalam dolanan atau permainan di lingkungan anak-anak di Jawa. Lagu ini semacam mediasi untuk menyelesaikan sengketa dalam satu kelompok. Ketika terjadi masalah dalam kelompok dan tidak ada yang mengaku bersalah maka mekanisme Bang Bang Tut dipakai sebagai sarana resolusi konflik untuk menyelesaikan masalah.

Masalah itu digambarkan dalam kasus seseorang yang kentut atau buang gas. Ketika sekelompok anak bermain tiba-tiba ada yang kentut dan mengeluarkan bau tidak sedap. Yang terjadi kemudian saling tuding karena masing-masing tidak ada yang saling mengaku.
Mekanisme untuk menyelesaikan masalah ini sangat khas anak-anak, sederhana, polos, lugu, tapi efektif, dan yang penting, semua senang tidak ada yang harus kehilangan muka.

Semua anggota kelompok berdiri membuat lingkaran. Lalu seorang anak dipilih secara aklamasi untuk menjadi pengadil dengan menyanyikan lagu ‘’Bang Bang Tut’’. Pada setiap syair yang dinyanyikan, si anak menggerakkan telunjuknya ke masing-masing anggota dalam lingkaran, termasuk kearah dirinya sendiri. Siapa yang kena tunjuk pada bagian akhir lagu maka dialah yang diputus bersalah sebagai si pembuang gas.

Mekanisme ini adil karena si pemimpin sendiri juga harus menunjuk dirinya sendiri. Dan ketika potongan akhir lagu mengarah ke diri si pemimpin maka dia pun harus rela menerima vonis sebagai si pembuang gas dan harus rela menerima hukuman.

Hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman sosial dengan cara dtuding beramai-ramai oleh teman-teman anggota grupnya. Meski agak memendam rasa malu tapi siapa pun yang terkena vonis harus menerima keputusan dan tidak ada pledoi apalagi banding. Semua menerima keputusan dengan senang, semua tidak ada yang dipermalukan, dan semua rukun dan melanjutkan permainan.

Inilah resolusi konflik khas anak-anak yang masih polos dan lugu. Resolusi konflik adalah adalah suatu proses pemecahan masalah yang kooperatif dan efektif di mana konflik dilihat sebagai masalah bersama yang harus diselesaikan secara komperatif.

Mekanisme resolusi konflik sederhana ini penuh filosofi mengenai nilai-nilai kolektifitas dalam budaya Jawa. Tidak ada upaya untuk mendiskreditkan seseorang, apalagi mempermalukannya atau menjatuhkan hukuman sosial yang mengisolasi. Keputusan yang diambil tidak membuat komunitas pecah, malah sebaliknya semakin solid.

Jokowi dan Slank (Abdee memakai kacamata hitam)

Grup Band Slank mengadopsi lagu ‘’Bang Bang Tut’’ untuk menggambarkan kesetiaan dan persahabatan dalam sebuah komunitas manusia dewasa. Ada intrik dan ada pengkhianatan dalam interaksi sosial itu. Tapi mekanisme resolusi konflik yang ditawarkan Slank beda dengan gaya anak-anak yang damai, karena solusi Slank terhadap si pembuang gas adalah ‘’ditembak raja maling’’. Dalam komunitas yang digambarkan Slank terjadi konflik yang penuh intrik karena ada musuh dalam selimut yang dituduh sebagai maling. Ada juga yang mulutnya dianggap bau kentut karena suka berbicara buruk dengan nada miring.

Hari-hari ini Slank berada di pusaran kentut itu. Salah satu personelnya, Abdi Negara Nurdin atau lebih dikenal sebagai Abdee Slank, diangkat menjadi komisaris perusahaan telekomunikasi milik negara PT Telkom.
Bau kentut yang tidak sedap menyebar kemana-mana. Abdee dianggap tidak punya kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi komisaris sebuah perusahaan BUMN strategis seperti PT Telkom. Abdee mendapat jabatan itu sebagai bagian dari bagi-bagi jabatan untuk membalas budi para pendukung Jokowi dalam pilpres 2014 dan 2014.

Menteri BUMN Erick Thohir membagi-bagi jabatan itu kepada Abdee sebagaimana dilakukannya kepada para anggota tim sukses Jokowi lainnya. Sudah sangat banyak nama-nama tim sukses yang sudah kebagian jatah jabatan komisaris, tapi penunjukan Abdee ini menimbulkan bau yang paling menyengat dibanding lainnya.

Ketika beberapa waktu yang lalu Erick Thohir menunjuk Ketua PBNU Said Agil Siradj sebagai komisaris PT KAI yang mengurusi perkeretaapian, bau tidak sedap meruyak. Tapi lama-kelamaan bau itu hilang dengan sendirinya. Erick Thohir yang menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf pada pilpres 2019, rupanya sudah hafal dengan kondisi ini. Karena itu ia pede saja menunjuk Abdee sebagai komisaris Telkom. Bau tidak sedap memang lebih menyengat, tapi seperti biasanya, lama-lama akan hilang dengan sendirinya.

Grup band Slank memang menjadi pendukung kuat Jokowi sejak pilpres 2014. Adalah Abdee Slank yang mengorganisasikan Konser Dua Jari pada 2014 untuk mendukung pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK ketika itu. Konser yang cukup spektakuler ini menjadi salah satu faktor penting kemenangan Jokowi atas pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta.

Hal yang sama juga dilakukan Abdee pada pilpres 2019 ketika ia mengorganisasikan ‘’Konser Putih Bersatu Menuju Kemenangan Indonesia Maju Bersama Gerakan #BarengJokowi’’. Konser ini dianggap memberi kontribusi signifikan bagi pasangan Jokowi-Ma,ruf Amin menghadapi Prabowo-Sandi Uno.

Slank adalah simbol perlawanan generasi muda terhadap kemapanan dan ketidakdilan. Para penggemarnya disebut sebagai Slankers dan berhimpun dalam organisasi yang rapi. Jumlah resmi mereka setengah juta orang, tapi secara riil jumlah penggemar Slank jutaan orang.

Dengan jumlah fans yang besar Slank menjadi grup musik dengan fans terbesar di Indonesia. Selain Slank, Iwan Fals adalah musisi dengan fans dengan jumlah jutaan. Penggemar Iwan Fals berhimpun dalam organisasi OI (Orang Indonesia) dengan anggota diperkirakan mencapai enam juta orang.

Iwan dan Slank adalah suara perlawanan yang menjadi kanalisasi kekecewaan kalangan anak muda yang marjinal melalui lagu. Lagu-lagu Iwan dan Slank menyuarakan kritik sosial dan politik yang tajam.
Iwan dan Slank kemudian sama-sama mendukung Jokowi. Slank lebih langsung terlibat melalui konser-konser, sementara Iwan lebih banyak melalui aksi-aksinya diluar musik. Tapi, beberapa waktu terakhir Iwan kembali bersikap kritis terhadap Jokowi, sementara Slank masih tetap konsisten mendukung Jokowi.

Queen dalam konser Live Aid, 1985

Iwan memilih kembali bersikap kritis terhadap pemerintahan Jokowi karena banyak anggota OI yang kecewa. Sebagian pendukung Slank juga kecewa karena menganggap Slank sudah kehilangan daya kritis. Dalam banyak kasus Slank dianggap diam.

Musisi Ahmad Dhani Prasetyo AKA Dhani Dewa juga berkutat di panggung politik. Tapi, Dhani berbeda jalan dengan Slank karena lebih memilih berada di jalur oposisi. Pada dua pilpres 2014 dan 2019 Dhani adalah pendukung fanatik Prabowo. Dhani dinekal keras dalam sikap politiknya terhadap kekuasaan. Ia masuk penjara karena komennya di media sosial dianggap sebagai ujaran kebencian.

Dhani tetap berada di jalur oposisi meskipun Prabowo sudah menjadi anak buah oposisi. Tapi nada suara Dhani sudah agak berbeda dengan sebelumnya dan tidak bisa hantam krama mengritik kekuasaan, karena ada Prabowo di dalamnya.
Istri Dhani, artus Mulan Jameela juga ketiban rezeki menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Rupanya ada balas budi juga dari Prabowo kepada Dhani, karena Mulan masuk menjadi anggota dewan melalui jalur khusus setelah caleg Gerindra saingan Mulan dipecat oleh partai.

Pada perhelatan pemilihan presiden Amerika Serikat 2019 rapper Kanye West sempat muncul sebagai salah satu kandidat dari Partai Demokrat. Popularitas West sebagai selebritas sangat tinggi, apalagi dia menikah dengan Kim Kardashian selebritas yang punya follower 212 juta di Instagram. Tapi, popularitas dunia panggung tidak selalu menyambung dengan popularitas politik. Kanye West pun mundur teratur sebelum maju terlalu jauh.

Keterlibatan musisi dalam politik paling fenomenal ditunjukkan oleh Bob Geldof ketika mengorganisasikan konser ‘’Live Aid’’ pada 1985 diikuti oleh puluhan penyanyi top dari seluruh dunia seperti Michael Jackson, Madonna, Queen, Phill Collins, Ozzy Osbourne, dan musisi-musisi top lainnya. Konser yang dipanggungkan di sejumlah kota besar dunia ini total ditonton oleh 1,9 miliar penggemar musik.

Seluruh hasil konser amal ini diperbantukan untuk mencana kelaparan di Ethiopia. Atas jasanya ini Bob Geldof mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.Abdee Slank, Mulan Jameela, Bob Geldof, dan musisi-musisi lainnya memperoleh imbalan dari kegiatan politiknya dalam bentuk yang berbeda-beda.

Tidak ada makan siang yang gratis. Para mahasiswa yang gegap gempita sebagai aktivis pun sudah memperoleh devidennya masing-masing. Sejak Angkatan 66 sampai Angkatan 1998 gerakan mahasiswa sudah dibayar lunas dengan posisi-posisi politik di legislatif maupun eksekutif.

Mungkin aktivis yang benar-benar tulus ikhlas hanya ada pada diri Soe Hok Gie. Dalam buku ‘’Catatan Harian Seorang Demonstran’’ (1983) Soe Hok Gie mengibaratkan aktivis mahasiswa sebagai seorang cowboy yang datang ke suatu kota untuk mengusir penjahat. Setelah penjahat kalah, sang cowboy menyerahkan kembali kendali kekuasaan kepada sheriff lokal. Tidak ada cerita cowboy menjadi sheriff setelah mengalahkan penjahat.
Idealisme tinggi itu mungkin hanya ada pada Soe Hok Gie. Orang-orang seperti Abdee Slank tidak bisa menjadi Soe Hok Gie, dank arena itu Abdee tergoda untuk menjadi komisaris.

Pengangkatan Abde, mungkin, akan membuat semakin banyak penggemar Slank yang kecewa dan merasa kehilangan.
Mencintai kamu, sama saja menggantung leherku
Bikin sakit hati trus langsung ditinggalin
Mencintai kamu, bikin dompet gue kebobolan
Hidup nggak keurus sibuk meladeni kamu
Mencintai kamu, jadi nggak doyan sama makan
Badan gue kurus capek melayani kamu
Balikin-balikin kehidupanku yang seperti dulu lagi
Balikin-balikin kebebasanku yang seperti dulu lagi. (*)

Berita Terkait