Liga Inggris

Pep Guardiola Betah Tinggal di Man City, Kenapa?

  • Whatsapp
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola

MANCHESTER-KEMPALAN: Ketika Pep Guardiola tiba di Manchester pada musim panas 2016, sepak bola Inggris mengira akan beruntung karena bisa melihat tiga tahun masa kepelatihan sang jenius di klub inggris.

Guardiola sempat melakukan cuti panjang setelah melatih tim Spanyol Barcelona dari 2008 hingga 2012 dan menjalani tiga musim bersama Bayern Munich di Bundesliga.

BACA JUGA

Karir kepelatihannya sudah menjadi legenda di sepakbola Eropa.

Namun menjelang akhir musim kelimanya bersama City dan final Liga Champions di Porto, Guardiola jarang terlihat begitu nyaman di Etihad, pelatih asal Spanyol itu jarang terdengar begitu puas.

Sedemikian rupa sehingga Anda merasa bahwa kemenangan melawan Chelsea bukanlah penyelesaian dari grand master plan dari sang mantan bak Barcelona itu, tetapi permulaan dari satu rencana.

Dia memiliki dua tahun tersisa di kontraknya saat ini dan lantas setelah itu?

Mungkinkah Pep nantinya akan membangun dinasti di Manchester City, sama seperti yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson pria yang ia taklukkan dalam kemenangan terakhirnya di Liga Champions di Wembley satu dekade lalu?

Jika seorang manajer terdengar dan terlihat serasi dengan klubnya, itu adalah Guardiola pada malam pertandingan paling penting dalam sejarah Manchester City.

“Saya memiliki segalanya, di sini saya tidak bisa meminta lebih lagi.” tambah mantan pelatih Barcelona.

“Saya memiliki banyak dukungan di atas saya, saya didukung oleh ketua, oleh CEO, oleh direktur olahraga.” kata Pep.

“Kami berbagi kesalahan dan hal-hal baik bersama-sama dan inilah intinya. Ketika kami kalah, mereka tidak mengatakan saya bertanggung jawab, mereka mencoba mencari solusinya. Mereka mencoba menemukan apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik.” kata mantan Pelatih Bayern itu.

“Itulah klub ini. Saya sangat nyaman dengan seluruh klub, itulah mengapa saya memutuskan untuk bertahan lebih lama. Hasil di final akan memutuskan apakah saya dapat tinggal lebih lama lagi.” tutup Pep

Saat ditanya terkait peluang melawan Chelsea, Pep menjelaskan: “Besok, kami akan memiliki momentum, tetapi tidak akan menjadi 90 menit untuk satu tim. Kami akan tetap bersatu dan mencoba yang terbaik.Kami harus menderita untuk menang. Sering kali di final, Anda harus menderita, menyesuaikan diri dengan permainan.” (Mirror UK, Edwin Fatahuddin)

Berita Terkait