KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Lebih dari 210 orang terluka setelah dua kereta LRT bertabrakan di Kuala Lumpur pada Senin (24/5) malam. Merupakan kejadian dalam kecelakaan besar pertama untuk sistem metro berusia 23 tahun negara itu.
Dari 213 korban luka, 47 dirawat di rumah sakit karena luka serius dan 166 luka ringan. Gambar di media sosial setelah tabrakan Senin malam menunjukkan penumpang berlumuran darah, beberapa tergeletak di lantai gerbong berlumuran darah dan pecahan kaca.
Menteri Wilayah Federal Annuar Musa mengatakan bahwa laporan awal menunjukkan bahwa LRT yang membawa penumpang bertabrakan dengan LRT yang “kosong”. Sementara Menteri Transportasi Wee Ka Siong mengatakan kepada media lokal bahwa gerbong kosong dalam uji coba di terowongan dekat Menara Petronas.
Melansir dari Channelnewsasia, Operator Jalur Kelana Jaya, Rapid Rail , mengatakan bahwa ada insiden di jalur tersebut, yang melibatkan kereta nomor 40 dan 81.
“Semua penumpang yang terluka telah dievakuasi ke peron. Bantuan dan penyelamatan darurat sedang berlangsung,” tambah operator tersebut.
Dalam sebuah wawancara, Kepala Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur Nordin Md Pauzi membenarkan bahwa 47 penumpang terluka parah sementara 166 orang mengalami luka ringan.
Sebagaimana melansir dari APNews, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin berjanji akan melakukan penyelidikan penuh atas penyebabnya. Polisi mengatakan mereka mencurigai adanya miskomunikasi dari pusat kendali operasi kereta. Gerbong kosong tersebut memiliki sopir sedangkan kereta dengan penumpang dikendalikan oleh pusat operasi. (Channelnewsasia, APNews, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi