Rabu, 22 April 2026, pukul : 03:15 WIB
Surabaya
--°C

Netizen Protes Khofifah Gelar Pesta Ultah di Grahadi

SURABAYA – KEMPALAN : Meski Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan klarifikasi terkait pesta ulang tahun di rumah dinasnya, toh tak membuat warganet bungkam. Mereka malah geram karena tahu ada penyanyi Katon Bagaskara ikut memeriahkan pesta dadakan tersebut.
“Spontanitas kok ngundang penyanyi. Udahlah pak, jangan tutupi kebodohan dengan kebodohan lainnya,” kata @Ciput84725571, Sabtu (22/5).
Mereka juga menyoroti Khofifah Indar Parawansa yang terkesan tidak menegur pesta ulang tahun yang menimbulkan kerumunan. Meski bukan sebagai inisiator pesta, namun Ketua Muslimat NU itu diminta tegas melarang.
“Ya, kalau bukan inisiatif Bu Gubernurnya, ya harusnya @KhofifahIP ngelarang dong. Kan dia sebagai penguasa daerah punya otoritas melarang aktivitas yg bisa merusak kebijakan nasional. Apalagi terkait masalah Covid. Sederhana banget sih cara ngelesnya?,” tulis akun @karman_mustamin.
Tak hanya itu, netzien juga mengaitkan pesta ulang tahun dengan status Heru Tjahjono yang saat ini berstatus pelaksana harian Sekdaprov Jatim. “Katanya tidak direncanakan tanpa sepengetahuan gubernur, tapi persiapan lengkap amat ya? Terus Sekda-nya jg bilang yg hadir cuma 30-an org, tapi dari video serasa lebih dari ratusan? Ini yang boong videonya atau Sekda-nya ya? Pasti Sekda-nya takut diganti, hbs msh status pelaksana harian (plh) sih?” tulis akun @FNt70.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan klarifikasi terkait pesta ulang tahun yang diduga melanggar protokol kesehatan. Mantan Menteri Sosial itu mengawali klarifikasinya dengan meminta maaf jika ada pihak yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun khofifah ada kerumunan. Dia memberi klarifikasi terkait informasi yang menurutnya telah terdistorsi.
“Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif,” begitu bunyi klarifikasi Khofifah yang menyebar di kalangan jurnalis.
Dia juga membantah ada lagu ulang tahun yang dimainkan, ucapan selamat ulang tahun, tidak ada kegiatan bersalaman atau berjejer, dan tidak ada aktivitas memotong kue tart ulang tahun. Namun ada santunan kepada anak yatim dan sholawat nabi. Total ada 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang pemain rebana. “Selesai acara mereka makan terus pulang,” Khofifah melanjutkan.
Khofifah juga menyebutkan ada penyerahan buku penanganan covid karya dosen Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo. Adapun yang hadir di pesta itu adalah Wakil Gubernur Emil Dardak, sekda dan beberapa kepala dinas tanpa keluarga dan tanpa pendamping. Total ada 31 orang.
Dia juga menjelaskan perihal sajian makanan yang dihidangkan berasal dari Katering Sonokembang yang sudah jadi langganan tiap kali Grahadi menggelar acara. Pesta itu dimeriahkan dengan band yang biasa dipakai latihan perangkat dinas. Perihal kehadiran penyanyi grup KLa Project, Katon Bagaskara, Khofifah punya penjelasan sendiri.
“Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda,” beber Khoffiah.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan halaman luar rumah dinas gubernur Jatim memiliki kapasitas normal bisa 1000 orang, maksimal 1500 orang. Sedangkan jumlah undangan hanya 31 orang plus 10 anak yatim dan 8 tim sholawat dan rebana. Dia menduga kesan berkerumun disebabkan angle video, dimana para undangan tengah bersiap untuk bubar dan pulang. “Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah,” tegasnya. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.