JAKARTA-KEMPALAN: Sudah lebih dari satu tahun lamanya pandemi Covid-19 menyerang dunia secara makro. Hal ini tentu sangat berdampak pada sektor-sektor fundamental, seperi sektor kesehatan, sektor ekonomi, hingga sektor pendidikan.
Di sektor pendidikan, pandemi Covid-19 membuat terjadi perubahan besar-besaran dalam sistem pembelajaran. Dimana hampir di seluruh dunia, proses belajar-mengajar berubah menjadi online dengan memanfaatkan media teknologi, seperti Zoom Meeting dan Google Meet.
Secara eksplisit, dapat dilihat bahwa teknologi menjadi komponen alternatif yang membantu manusia dalam bertahan atau survive di masa yang serba sulit ini. Dengan menggunakan teknologi yang kontekstual, proses transmisi ilmu masih dapat dilakukan walau masih ditemukan berbagai kendala-kendala.
Hal ini ditegaskan kembali oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek). Dimana ia mengutarakan bahwa teknologi memiliki peranan yang substansial dalam memelihara pola pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Walaupun perlu digaris bawahi, bahwa teknologi belum bisa menggantikan secara penuh kegiatan pembelajaran.
“Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dan interaksi langsung antara guru dengan murid,” ujar Nadiem Makarim dalam agenda “Indonesia Makin Cakap Digital” secara daring, pada Kamis, (20/5).
Founder Gojek ini menjelaskan, bahwa implementasi teknologi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Teknologi memiliki peranan besar dalam membantu siswa untuk tetap dapat mendapatkan pendidikan di masa yang serba sulit ini.
Nadiem juga menuturkan terkait pentingnya untuk melakukan transformasi pendidikan. Dimana transformasi dengan mengejawantahkan teknologi digital adalah sebuah kewajiban yang tidak terelakkan. Jika transformasi digital dapat sukses, maka akan berbanding lurus pada sistem pendidikan yang secara eskalasi berkembang pesat.
“Kita kini semakin sadar bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan,” tuturnya.
Diakhri acara, Nadiem menjelaskan bawha pandemi Covid-19 telah memicu terkait proses akselerasi sistem pendidikan Indonesia yang semakin canggih dengan optimalisasi teknologi. Ia menghimbau agar masyarakat melakukan refleksi di satu tahun pandemi ini ada di Indonesia. Dan berharap agar dapat pulih dan bangkit lagi secara bersama-sama. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi