Minggu, 12 April 2026, pukul : 04:07 WIB
Surabaya
--°C

Mengenal Project Starline, Teknologi Video Call 3D dari Google

JAKARTA-KEMPALAN: Pada masa pandemi Covid-19, manusia didorong untuk mengurangi mobilitas sosial. Oleh karena itu, teknologi benar-benar menjadi instrumen fungsionalis yang memberikan manfaat kepada manusia untuk dapat menjalin komunikasi tanpa bertemu secara offline.

Media video call menjadi ladang teknologi yang digandrungi oleh masyarakat. Aplikasi Zoom dan Google Meet mencapai titik tertinggi di masa pandemi Covid-19. Kedua aplikasi ini secara masif diimplementasikan oleh masyarakat sebagai sebuah medium baru dalam melakukan aktivitas-aktivitas mendasar, seperti sekolah, meeting, dan bekerja.

Kondisi ini yang memantik perusahaan raksasa Amerika Serikat, Google, untuk menciptakan inovasi teknologi di sektor video call lebih baik lagi. Dimana Google disinyalir akan merilis teknologi video call berbasis 3D dalam konferensi I/O 2021.

Teknologi ini oleh Google diberi nama sebagai Project Starline. Dimana teknologi ini dapat memberikan pengalaman bagi pengguna untuk dapat bertemu secara langsung, walaupun secara realitas hanyalah berupa video call.

Google memberikan klaim bahwa teknologi bernama Project Starline, dapat menciptakan perasaan kolektif dari pengguna dengan orang lain. Ilustrasinya, para pengguna yang sedang melakukan video call dapat benar-benar merasakan bertemu secara langsung.

“Kami sangat senang dengan kemajuan yang kami buat lewat Project Starline, dan potensi teknologi untuk memecahkan masalah penting dari keinginan untuk bersama dengan seseorang, bahkan ketika anda secara fisik tidak bisa,” ujar Clay Bavor selaku VP Virtual dan Augmented Reality Google, pada Kamis (20/5).

Jika membedah skema dan mekanisme kerjanya, teknologi Project Starline akan mengelaborasikan beberapa kombinasi pada dimensi sensor depth, light field display system, audio spasial, dan real-time compression. Kemudian, ada light field display system yang secara terkhusus memberikan efek volume dan kedalaman tanpa memerlukan alata atau komponen tambahan, seperti headset dan kacamata.

Perusahaan Google memiliki komitmen untuk dapat menciptakan teknologi yang fungsional-universal. Dalam artian dapat menjangkau pada berbagai segmentasi dan berguna di masa yang akan datang. Perusahaan ini berencana menerapkan ujicoba dengan beberapa perusahaan mitra, khususnya industri healthcare dan media. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.