Rabu, 15 April 2026, pukul : 08:21 WIB
Surabaya
--°C

Jelang Final Liga Champions, Pep: Saya Tak Memilih Aguero atas Dasar Sentimen

MANCHESTER-KEMPALAN: Bos Manchester City Pep Guardiola mengatakan dia akan bersikap “dingin” ketika harus memilih starting line-up untuk final Liga Champions melawan Chelsea.

Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan bahwa tidak ada ruang untuk sentimen di tengah kepergian sang legenda klub Sergio Aguero.

City memiliki waktu 12 hari sampai mereka bermain melawan Chelsea di Porto pada final Eropa pertama mereka selama lebih dari lima dekade dan masih memiliki pertandingan melawan Brighton dan Everton dalam periode itu dengan gelar Liga Premier sudah diamankan.

Pencetak gol terbanyak City sepanjang masa, Aguero, harus absen dari pertandingan Brighton pada hari Selasa karena cedera kaki yang didapat dalam kemenangan 4-3 atas Newcastle pekan lalu.

Pemain Argentina itu telah mengumumkan dia akan meninggalkan Etihad pada akhir musim dan mungkin telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk klub dengan hanya tiga pertandingan tersisa.

Guardiola mengatakan dia tidak akan memilih Aguero untuk final melawan Chelsea di Porto semata-mata atas dasar sentimen.

“Saat ini (Sergio Aguero) cedera. Jika dia fit, saya tetap saya akan bersikap dingin,” jawab Pep ketika ditanya tentang kemungkinan perpisahan bagi striker itu.

“Saya harus mengambil keputusan mana yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Jika Sergio fit dan saya yakin dia bisa membantu kami, dia akan bermain.” tambahnya.

“Jika dia bisa membantu kami mencetak gol, dia akan bermain, tapi ini final Liga Champions, saya harus membuat keputusan yang memenangkan pertandingan.” tambah mantan pelatih Barcelona itu.

Guardiola mengakui bahwa para pemainnya sangat responsif dan baik kepadanya menjelang pertandingan final pada 29 Mei karena mereka semua berlomba-lomba untuk masuk ke starting line-upnya.

“Mereka lebih banyak mendengarkan. Serius, mereka tidak bodoh. Mereka ingin bermain sehingga mereka akan bersikap baik kepada saya,” ungkapnya.

“Begitu saya membuat pilihan, mereka akan menjadi diri mereka sendiri, pemarah dan kesal dengan saya seperti biasanya.” tambah Pep.

Sang manajer City itu sudah tidak asing dengan dilema seleksi menjelang final Liga Champions karena telah berpengalaman membawa Barcelona meraih kemenangan di Roma pada 2009 dan di Wembley pada 2011.

“Itu selalu sulit. Namun, sebelumnya saya ingat starting eleven di Barcelona begitu jelas dan jarang dirotasi.” kata Pep.

“Di sini saya banyak merotasi dan semua orang bisa bermain. Masih tidak jelas sekarang soal bagaimana cara kami akan bermain dan siapa yang akan kami mainkan. Saya harus melihatnya dalam 10 hari ke depan dan setelah itu saya akan mengambilnya. sebuah keputusan.” tambah mantan pelatih Bayern Munchen itu.

“Itulah mengapa hubungan antara pemain dan manajer harus jauh. Anda tidak bisa dekat karena Anda membuat keputusan yang (dapat mempengaruhi) karir dan terkadang saya harus tidak adil kepada mereka.” tambahnya.

“Mereka beruntung memiliki manajer yang banyak merotasi, dalam beberapa bulan terakhir saya telah mengubah setiap enam atau tujuh pemain di setiap pertandingan. Dalam situasi ini saya akan mengatakan saya bermurah hati dengan mereka.” tambah sang pelatih Man City itu.

“Mereka ingin memainkan setiap pertandingan terutama yang paling penting. Ini sulit, tapi memang begitulah adanya.” tutup Pep. (Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.