Minggu, 12 April 2026, pukul : 04:11 WIB
Surabaya
--°C

Bantu Palestina, Pemerintah Turki Upayakan Diplomasi Segala Lini

ANKARA-KEMPALAN: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi Paus Fransiskus pada Senin (17/5) membicarakan serangan Israel terhadap Palestina. Menurut Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan menyampaikan, serangan Israel tidak hanya kepada Muslim, tapi semua penduduk Palestina, tanpa memandang agamanya.

Ia juga memberitahu kepada Paus bahwa Israel menutup akses terhadap Gereja Makam Suci dan Masjid Al-Aqsa, membatasi kebebasan beribadah, membunuh warga sipil tak berdosa, merusak martabat manusia, dan membahayakan keamanan kawasannya. Erdogan merasa umat manusia harus bersatu melawan praktik tidak manusiawi dan ilegal dari Israel yang turut melanggar status (netral) Yerusalem.

Politisi AKP itu menekankan, dunia internasional harus menindak Israel dan memberi pelajaran terhadapnya serta memberi tindakan nyata. Menurutnya, warga Palestina akan terus menerus dibantai jika masyarakat dunia tidak menghukum Israel yang sudah melakukan pelanggaran HAM berat. Ia juga memberitahu bahwa Turki sedang melakukan diplomasi secara intens melalui segala cara yang relevan, terutama di PBB.

Ia juga mengatakan, pesan yang disampaikan Paus Fransiskus mengenai tindakan Israel akan membantu memobilisasi Dunia Kristen dan masyarakat mancanegara dalam permasalahan Israel-Palestina.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, bertemu dengan Dominic Raab, Menteri Luar Negeri Inggris mengenai situasi terkini di Palestina sebagai upaya diplomatik menghentikan agresi Israel melalui saluran telepon. Ia menekankan pentingnya tanggapan dunia internasional guna menghentikan serangan Israel.

Sementara, Omar Celik, juru bicara AKP mengkritik upaya diplomasi PBB yang meminta kedua pihak menghentikan kekerasan dengan istilah “equal calls” karena pembantaian justru banyak dilakukan oleh pihak Israel ketimbang Palestina.

“Mereka melakukan panggilan setara (equal calls) terhadap pembunuh anak-anak dan mereka yang anak-anaknya terbunuh. Ini adalah kemunafikan politik,” ujar Omar Celik dalam akun Twitternya seraya menambahkan bahwa pernyataan semacam ini justru mendorong Israel melakukan lebih banyak tindak persekusi.

“Pemerintah Netanyahu membunuh anak-anak. PBB menyeru kepada Israel dan Palestina, mengatakan bahwa ‘pertumpahan darah, teror, dan kehancuran yang sia-sia harus segera berhenti’,” tambah Celik.

Adapun Bulan Sabit Merah Turki telah mengumpulkan $7,2 juta untuk didonasikan kepada Palestina. Penggalangan dana dilakukan selama siaran langsung yang akan digunakan untuk memberikan pasokan obat dan kebutuhan medis kepada Rumah Sakit Al-Quds dan delapan fasilitas kesehatan lainnya di Gaza. BSMT juga akan memberikan 10 ambulan dan lima ambulan dengan peralatan lengkap, juga 22.500 parsel makanan, 22.500 paket kebersihan untuk mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, misi diplomatik Turki tentang kasus Palestina juga terjadi pada Minggu (16/5) yang mana Mevlut selaku Menlu Turki menelepon Menteri Luar Negeri Qatar, Palestina, dan Pakistan berkaitan dengan langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mustafa Sentop, pembicara di DPR Turki mengatakan bahwa upaya PBB adalah tindakan bagus namun tidak cukup guna menyelesaikan permasalahan pada hari Minggu juga.

“Sementara PBB menyerukan penghentian konflik antara Israel dan Palestina, dan mengembalikannya ke perundingan solusi dua negara adalah sesuatu yang positif, namun itu tidaklah cukup,” tutur Sentop seraya menambahkan PBB seharusnya menaruh kejahatan, teror dan pembantaian yang dilakukan Israel dalam agendanya. (Anadolu Agency, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.