Senin, 25 Mei 2026, pukul : 05:17 WIB
Surabaya
--°C

Keistimewaan Lailatul Qadar, Simbolisasi Malam Seribu Bulan

Oleh: Dr. Nawiroh Vera
Dosen Fikom Universitas Budi Luhur, Jakarta

KEMPALAN: Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian puasa adalah ibadah. Ibadah dapat diartikan sebagai taat dan tunduk pada Allah SWT dengan cara melaksankan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, karena pada bulan ini Al-Quran sebagai pedoman hidup beragama bagi umat Islam diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Kemuliaan Ramadhan ini sudah semestinya dimanfaatkan oleh kita umat Islam untuk memperbanyak ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah. Memperbanyak sholat terutama di malam hari, memperbanyak sodaqoh, berbuat baik pada sesama, dan amalan-amalan lainnya.

Keistimewaan lainnya di bulan suci Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Menurut beberapa Hadis, malam lailatul qadar jatuh pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, terutama dimalam ganjil yaitu 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadhan. Dalam Al-Qur`an surat Al-Qadr dikatakan bahwa malam kemuliaan tersebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itulah banyak umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah untuk mendapatkan Lailatul-Qadar. Lalu apa makna sesungguhnya dari Lailatul Qadar? Mengapa harus di akhir Ramadhan? Apakah bedanya dengan ibadah diawal Ramadhan?

Banyak pendapat tentang hal ini, tetapi menurut penulis hakikat dari 10 hari terakhir bulan ramadhan yang selalu dikaitkan dengan Lailatul Qadar adalah untuk mengingatkan kita sebagai hamba untuk selalu taat dan tunduk pada sang Khaliq.

Hari-hari akhir Ramadhan kita sering disibukkan oleh urusan duniawi. Kita sibuk membeli baju baru untuk lebaran. Kita disibukkan dengan memasak makanan dan membuat kue untuk menyambut idul fitri, dan sebagainya.

Kadang kita lupa bahwa Ramadhan segera berakhir. Sebelas bulan kemudian baru akan datang lagi, mungkin kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi mungkin juga tidak. Untuk itulah kita diingatkan kembali dengan adanya Lailatul Qadar. Supaya kita memperbanyak ibadah dan taubat. Jika malam itu lebih baik dari seribu bulan tentu Allah akan memberi apa yang hambanya minta. Doa akan dikabulkan dan taubat akan diterima. Allah menjanjikan lebih baik dari seribu bulan, secara simbolik menyiratkan banyaknya pahala yang akan kita peroleh, seribu adalah simbol dari besar atau banyak. Dapat dikatakan secara sederhana Allah lagi obral pahala dan rahmat, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jika ada diskon/obral di toko atau mal saja orang menyerbu untuk mendapatkan barang yang diinginkan, mengapa obral pahala dari Allah tidak kita kejar?

Dengan memahami makna sederhana dari Lailatul Qadar ini diharapkan kita selalu introspeksi diri terus menerus terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan dan berusaha memperbaiki dengan perbuatan-perbuataan yang baik dan menjadi manusia yang lebih baik. Itulah ciri seseorang yang memperoleh Lailatul Qadar. Perubahan mendasar seseorang yang mendapat lailatul qadar adalah berubahnya perilaku pada sesama menjadi lebih baik dan semakin berkualitas ibadah kepada Tuhan.

Semoga kita selalu dalam lindunganNya dan dapat dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan sehat. Aamiin. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.