NEW DELHI – KEMPALAN: India mencetak rekor dunia lain untuk kasus virus korona harian pada hari Jumat (7/5), mencatat lebih dari 414.000 infeksi dalam 24 jam terakhir.
Membuat negara itu mengalami kenaikan dua hari berturut-turut dengan lebih dari 400.000 kasus setelah melaporkan 412.262 infeksi pada Kamis (6/5).
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memberlakukan lockdown nasional yang ketat di tengah perdebatan apakah pembatasan yang diberlakukan oleh masing-masing negara bagian sudah cukup.
Melansir dari APNews, Banyak ahli medis, pemimpin oposisi dan beberapa hakim Mahkamah Agung telah menyarankan penutupan tampaknya menjadi satu-satunya pilihan dengan virus yang telah menyebar luas di kota-kota, di mana rumah sakit terpaksa menolak pasien juga banyak dari mereka yang berebut mencari oksigen, sementara krematorium dan kuburan berjuang untuk menangani orang mati.
Selama sebulan terakhir, hampir selusin dari 28 negara bagian federal India telah mengumumkan lockdown yang kurang ketat daripada lockdown nasional yang diberlakukan selama dua bulan pada Maret tahun lalu.
Modi, yang mengadakan konsultasi dengan para pemimpin terpilih dan pejabat negara bagian yang paling parah terkena dampak pada hari Kamis, sejauh ini telah menyerahkan tanggung jawab untuk memerangi virus kepada pemerintah negara bagian yang tidak memiliki perlengkapan yang memadai.
Anthony Fauci, kepala penasihat medis Presiden Joe Biden, juga menyarankan bahwa penutupan total di India mungkin diperlukan dua hingga empat minggu untuk membantu meringankan lonjakan infeksi.
Ia mengatakan, setidaknya ada dua jenis varian virus yang beredar di India. Dia mengatakan B117, yang merupakan varian Inggris, cenderung terkonsentrasi di New Delhi dan varian 617 terkonsentrasi di negara bagian Maharashtra barat yang paling parah terkena dampak.
Sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Angka Kementerian Kesehatan menunjukkan ada 414.188 kasus dalam 24 jam terakhir di India, sehingga total kasus menjadi 21,49 juta. Dengan 3.915 kematian baru, kematian terkait virus naik menjadi 234.083. (APNews, Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi