BERLIN – KEMPALAN: Menteri Dalam Negeri Jerman telah menyatakan status terlarang kepada kelompok Islam yang berbasis di Dusseldorf pada Rabu (5/5) karena diduga memberikan sumbangan uang tunai kepada kelompok-kelompok teror yang ditunjuk di luar negeri.
Dalam sebuah tweet pada Rabu (5/5), juru bicara kementerian Steve Alter mengatakan Ansaar International dan organisasi di bawahya dilarang karena “mendanai terorisme di seluruh dunia dengan sumbangan”.
Dia mengutip pernyataan Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer: “Jika Anda ingin memerangi teror, Anda harus mengeringkan sumber uangnya.”
Melansir dari Euronews, polisi menggerebek kantor di 10 negara bagian yang berbeda sebagai langkah pertama dari gerakan pada Rabu (5/5) pagi. Sekitar setengah dari 90 orang terkena pengaruh dari organisasi yang berbasis di Dusseldorf, North Rhine-Westphalia, Jerman.
Didirikan oleh rapper Jerman dan mualaf Joel Kayser, Ansaar menyatakan di situsnya bahwa itu adalah organisasi bantuan dengan fokus di Suriah, Somalia, Wilayah Palestina, dan Afghanistan.
Mereka mengklaim telah mendanai proyek pembangunan rumah sakit dan panti asuhan untuk Muslim dan Kristen korban Boko Haram di Afrika, dan di kota Aleppo, Suriah yang sedang dilanda perang.
Organisasi itu juga sangat religius dan dituduh oleh Kementerian Dalam Negeri telah menyebarkan pandangan dunia Salafi dan mendanai teror di seluruh dunia dengan kedok bantuan kemanusiaan.
Pada 2019 polisi menggerebek kantor milik Ansaar serta organisasi nirlaba lainnya, Bantuan Perlawanan Seluruh Dunia, atas dugaan mendanai kelompok militan Palestina Hamas, yang ditetapkan sebagai kelompok teror oleh Uni Eropa. (Euronews/Akun Twitter Jubir Kemendagri Jerman, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi