Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 09:26 WIB
Surabaya
--°C

Utang Najis ala IMF

KEMPALAN: Indonesia menjadi anak emas IMF, Dana Moneter Internasional, selama dua puluh tahun terakhir pasca-krismon. Setiap kali menghadapi kesulitan ekonomi larinya tidak jauh-jauh ke IMF juga. Tiap kali tidak punya uang larinya ke IMF juga. Akhirnya kepanjangan IMF diplesetkan menjadi Indonesia Mafi Fulus, Indonesia tidak punya uang, atau Indonesia Minta Fulus, Indonesia minta uang.

Utang yang membelenggu laksana lintah darat sangat sulit dilepaskan karena bunga berbuga dan beranak-pinak. Sampai akhir periode Jokowi–kalau dia tidak mau menambah tiga periode–warisan utang Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp 10 ribu triliun, lima kali lipat APBN.

Utang yang menjebak itu disebut sebagai utang najis atau odious debt yang selalu menjebak negara-negara miskin. Negara kaya yang menjadi rentenir memberikan utang sebanyak-banyaknya sampai akhirnya tidak mampu bayar cicilan. Utang najis tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh rakyat, tapi lebih banyak masuk kantong elite politik dan ologarkis.

Utang najis adalah jebakan yang diatur dengan rapi dengan mempekerjakan orang profesional tingkat tinggi yang bekerja layaknya agen spionase dalam film James Bond. Dalam operasi utang najis itu sang agen membuat skenario politik yang melibatkan agen-agen spionase asing yang menciptakan plot politik sampai bisa menjatuhkan seorang kepala negara yang negaranya terperangkap oleh utang najis.
Salah satu operator utang najis ulung tingkat dewa yang paling terkenal adalah John Perkins. Ia melanglang buana ke berbagai penjuru dunia untuk menjadi operator utang najis sekaligus menjadi ”economi hitman” tukang pukul dan pembunuh bayaran.

Belakangan Perkins insaf dan mengungkapkan praktik utang najis itu dalam bukunya “The Confession of an Economic Hitman” (2009). Perkins mengungkap pengalamannya dalam operasi intelijen untuk menjebak seorang kepala negara agar mau menerima utang najis. Berbagai macam cara dilakukan termasuk suap dan umpan perempuan. Jika seorang kepala negara menolak dan melawan dia bisa dihabisi melalui operasi intelijen yang rapi sehingga terkesan sebagai sebuah kecelakaan biasa.

Perkins juga pernah bertugas di Indonesia pada awal-awal masa Orde Baru. Ia  berinteraksi dengan masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh berumah kardus. Penugasannya di Indonesia  itu untuk membuat rencana strategi energi di Pulau Jawa. Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi Indonesia. Di situlah dia mengaku mulai memanipulasi data statistik untuk menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan yang direkayasa oleh para analis bagi kepentingan korporat internasional yang ingin masuk ke Indonesia.

Perkins mengungkap operasi kotor di berbagai belahan dunia dengan gamblang. Ia menceritakan bagaimana profil seorang agen rahasia yang direkrut secara  terselubung oleh  National Security Agency (NSA), sebuah  organisasi spionase Amerika terbesar yang jarang muncul di permukaan.

Presiden Trujillo tewas akibat operasi intelijen

Perkins telah berkelana ke berbagai penjuru dunia, seperti Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri strategis lainnya. Tugas utamanya economic hitman, EHM, adalah menjadi operator “corporatocracy” penggarongan oleh korporat internasonal yang berkoalisi dengan pemerintah dan perbankan Amerika. Dalam operasi itu selalu dimunculkan niat luhur Amerika untuk mengurangi kemiskinan di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya alam. Proposal itu mengajukan proyek besar pengelolaan sumber daya alam yang secara sepintas terlihat menguntungkan tuan rumah.

Perkins dan teman-temannya berperan sebagai agen spionase terselubung. Mereka membuat forekas ekonomi untuk suatu negara klien korporatokrasi–seperti telah dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an–serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan dolar.

Perkins memaparkan berbagai operasi besar dengan cara-cara yang amoral untuk menjebak dan menjatuhkan seorang kepala negara. Beberapa peristiwa dunia yang melibatkan operasi Perkins adalah  kejatuhan Syah Iran melalui revolusi Islam 1979, kematian tragis Presiden Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke Panama dan Irak.

Karena skala operasinya sangat membutuhkan keahlian tinggi maka para agen ini benar-benar orang profesional yang bekerja secara sekretif dan mendapatkan bayaran sangat mahal. Operasi mereka sering melibatkan nilai miliaran dolar dari proyek-proyek multinasional.

Mereka menyalurkan dana dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan organisasi bantuan lainnya menjadi dana korporasi raksasa. Cara kotor yang dipakai antara lain rekayasa laporan keuangan yang menyesatkan, praktik penyuapan,  pemerasan, dan skandal seks. Para agen juga tidak segan membuat rencana pembunuhan yang keji.

Perkins memainkan peranan yang telah menentukan dimensi baru yang mengerikan dalam perang ekonomi di era globalisasi ini.
Para agen EHM ini bekerja berdasarkan pesan sponsor dari negara adikuasa yang berniat mewujudkan sebuah imperium global untuk melakukan penyesatan skema ekonometrik agar hasil forekasnya memenuhi syarat untuk memperoleh dana bantuan yang lebih menyerupai utang yang menjerat dan mencekik negara penerima.

Dana pinjaman yang begitu besar jumlahnya itu dikucurkan oleh negara kreditor melalui agen EHM, dengan tujuan utama sebagai alat untuk mencengkeram negara bersangkutan.

Jokowi bersama para petinggi IMF dan Bank Dunia

Ketika sudah berada dalam cengkeraman utang maka negara itu menjadi target yang lunak ketika negara kreditor membutuhkan apa yang dikehendakinya, seperti pangkalan militer, suara di PBB, serta akses yang mudah untuk mengeksplorasi sumber daya alam, minyak bumi, gas, dan emas,  yang dimiliki negara penerima utang.

Dana bantuan disalurkan melalui Chas. T. Main, Inc. (MAIN), sebuah perusahaan konsultan multinasional yang bertanggung jawab atas kajian untuk menentukan apakah Bank Dunia memberikan pinjaman kepada suatu negara.

Dana korporasi global ini juga disalurkan melalui perusahaan Amerika lainnya dalam proyek perekayasaan dan konstruksi. Perkins menyebut di antaranya perusahaan multinasional Bechtel, Halliburton, dan Stone & Webster. Salah satu eksekutif Halliburton adalah Dick Cheney, wakil presiden Amerika Serikat di era George Bush senior.

Namun, tidak semua pemerintahan tunduk pada model corporatocracy yang dibangun para agen EHM ini. Menurut catatan Perkins, terdapat dua penguasa elite politik yang secara berani dan tegas menolak perselingkuhan bisnis dan politik dengan EHM ini. Mereka adalah Presiden Panama, Omar Torrijos, dan Presiden Ekuador, Jaime Roldos. Mirip dengan adegan film mafia yang kejam, operasi pembunuhan pun dirancang untuk menyingkirkan mereka.
Para pembangkang  kepentingan korporatokrasi ini  dieksekusi mati secara tragis pula.  Keduanya tewas dalam suatu kecelakaan pesawat terbang yang diledakkan dengan bom, dan tabrakan mobil yang mengerikan.

Perkins secara jujur meyakini bahwa kematian mereka bukan kecelakaan biasa karena human error seperti yang muncul di media,  tapi ada tangan terselubung dan sangat rahasia yang dimainkan CIA. Mereka dihabisi karena menentang keinginan  para pemimpin korporatokrasi, pemerintah negara adikuasa, dan perbankan yang berkehendak membentuk imperium global.

Berkaca pada kisah Perkins ini bisa dibayangkan bagaimana operasi besar yang dilakukan para agen itu di seluruh dunia. Perkins sudah memberikan indikasi bahwa Indonesia pun menjadi target operasi para agen EHM di masa lalu. Tidak mustahil operasi ala Perkins itu masih terus berlangsung sampai sekarang di Indonesia.

Hubungan Indonesia dengan IMF selalu terlihat mesra. Menkeu Sri Mulyani selalu terlihat akrab dengan para petinggi IMF dan Bank Dunia. Di  berbagai kesempatan mereka berbincang sambil tertawa-tawa. Dan dari balik panggung para agen seperti John Perkins ikut tertawa melihat adegan yang menggelikan itu. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.