Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 15:42 WIB
Surabaya
--°C

Nasdem dan PKS Bahas Pencalonan Anies di Pilpres 2024?

JAKARTA–KEMPALAN: Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja melakukan pertemuan. Pimpinan kedua parpol itu bertemu di Gedung Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2021)

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk menyambut Pemilu dan Pilpres 2024. Terlebih kedua partai ini disebut-sebut bakal mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NasDem Johnny G Plate mengatakan, partainya dan PKS sepakat belajar dari sejarah pemilu 2019 yang lalu.

Pria yang saat ini menjabat menkominfo itu menjelaskan, kontestasi politik Indonesia yang panjang melahirkan polarisasi rakyat. Dia menegaskan, kedua partai yakni NasDem dan PKS, sepakat untuk belajar dari hal tersebut.

“Harus bisa kita atasi dengan membangun komunikasi-komunikasi yang konstruktif,” kata Johnny usai Silaturahmi Kebangsaan dengan PKS.

Johnny juga menjelaskan, dalam pertemuan singkat itu, PKS dan NasDem menyepakati komukasi yang cair antarpemimpin partai harus tetap terjaga.

“Komunikasi yang cair dan dinamis akan memudahkan kita sebagai bangsa menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

Sebelumnya, ahli tata negara Refly Harun menyebutkan sangat memungkinkan PKS dan Nasdem menjagokan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Menurut Refly, PKS sepertinya menjadi yang sangat mungkin untuk menjagokan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

Kata Refly, sampai hari ini PKS tidak mempunyai kader yang cukup menonjol untuk dijagokan sebagai calon presiden.

“Karena itu dia (PKS) membutuhkan figur lain yang dianggap identik dengan PKS . Kalau kita lihat Anies, mungkin Anies bisa dianggap identik dengan PKS, karena yang mendukung Anies adalah kekuatan kanan dalam politik Indonesia,” ujarnya melalui Channel YouTube Refly Harun.

Nah kalau Partai Nasdem Refly mengatakan kalau yang dijagokan Istana dalam Pilpres 2024 mendatang adalah Prabowo Subianto-Puan Maharani, yang untung adalah Gerindra dan PDIP. Hal itu juga berlaku jika calon yang muncul adalah Puan-Sandiaga Uno atau Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno.

Refly mengatakan, bisa saja Nasdem keluar dari koalisi Istana dan menjagokan Anies Baswedan. Dia mengingatkan, politik itu selalu cair. (fa/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.