Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 10:49 WIB
Surabaya
--°C

Kesepakatan Kerja Sama Anti-Pandemi China-Asia Selatan

BEIJING – KEMPALAN: Pada Selasa (27/4) Menteri Luar Negeri China bersama Afghanistan, Pakistan, Nepal, Sri Lanka, dan Bangladesh sepakat untuk memperdalam kerja sama karena negara-negara Asia Selatan menghadapi gelombang baru pandemi COVID-19.

Anggota Dewan Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi mengadakan konferensi video dengan lima mitranya, membahas upaya untuk mengkonsolidasikan kerja sama anti-virus korona termasuk pasokan vaksin, untuk meningkatkan pemulihan ekonomi pasca-epidemi, dan untuk menjaga lingkungan internasional yang sehat untuk negara.

China mengungkapkan simpati yang dalam atas pandemi di India dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada rakyat India, kata Wang.

Melansir dari Xinhuanet, Dia mengungkapkan harapan bahwa pertemuan hari Selasa, di mana India juga diundang, akan bertindak sebagai bantuan untuk memerangi pandemi India.

“China akan menjunjung tinggi konsep komunitas dengan masa depan bersama untuk kemanusiaan, berdiri teguh dengan rakyat negara-negara Asia Selatan, dan bergandengan tangan dan bersatu sampai semua negara di kawasan itu akhirnya menang atas pandemi,” kata Wang.

Menyerukan enam negara untuk mengkonsolidasikan konsensus untuk bekerja sama dalam perang melawan COVID-19, Wang mengatakan negara-negara tersebut harus terus menentang upaya pelabelan virus dan mempolitisasi epidemi, untuk mencegah campur tangan dalam kerja sama anti-epidemi internasional.

Pada kuartal ketiga tahun ini, forum e-commerce pedesaan dan pengentasan kemiskinan di negara-negara Asia Selatan dan China akan diadakan untuk membangun platform baru untuk pengentasan kemiskinan, katanya.

Menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga lingkungan internasional dan regional yang kondusif bagi perkembangan semua negara, Wang mengatakan China akan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk mempertahankan sistem internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai inti dan tatanan internasional yang berbasis internasional. Hukum, dan untuk menolak tindakan ilegal yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan memaksa negara lain untuk memilih pihak.

Usulan Wang didukung oleh menteri luar negeri lainnya, yang mengatakan bahwa vaksin harus didistribusikan dengan prinsip fairness and equality, bukan dimonopoli oleh beberapa negara.(Xinhuanet, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.