Senin, 18 Mei 2026, pukul : 10:27 WIB
Surabaya
--°C

Bantuan Dari Kuba, Presiden Mexico Ucapkan Terimakasih

MEXICO CITY- KEMPALAN: Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berterima kasih kepada dari Kuba yang telah mengirim sekitar 1.000 petugas kesehatan untuk membantu Mexico menghadapi pandemi.

Lopez Obrador menyampaikan terimakasih melalui telepon pada hari Selasa (27/4) dengan Miguel Diaz-Canel, yang naik ke posisi sekretaris pertama Partai Komunis Kuba minggu lalu.

Diaz-Canel kemudian berterima kasih kepada pemimpin Meksiko atas nama personel medis Kuba.

Melansir dari Aljazeera, melalui twitternya, Diaz-Canel mengatakan kedua pemimpin itu juga membahas koordinasi respons pandemi.

Diaz-Canel juga mengatakan dua dari lima sampel vaksin COVID-19 Kuba dijadwalkan untuk menyelesaikan uji coba fase-3 selama beberapa minggu ke depan.

Kuba memimpin perlombaan untuk menjadi negara pertama di Amerika Latin yang mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri, tetapi negara itu mengalami kekurangan akut obat-obatan dasar di tengah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa tahun.

Kuba selama beberapa dekade telah mengirim dokter dan profesional perawatan kesehatan lainnya ke negara-negara di Amerika Latin dan di seluruh dunia untuk membantu meningkatkan sistem kesehatan mereka dan menanggapi bencana alam dan yang terbaru, pandemi COVID-19.

Tetapi meskipun secara umum ada hubungan yang kuat antara kedua negara, Meksiko di masa lalu belum menerima dokter Kuba sebagian untuk menghindari gesekan diplomatik dengan tetangganya di utara, Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah laporan bulan Maret yang disebut program bantuan medis Kuba “kasar” dan “koersif”, dengan alasan bahwa para dokter Kuba mengirimkan luar negeri tidak cukup dibayar dan dipaksa untuk bergabung dan tidak bisa meninggalkan program.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS Human Rights Watch dalam sebuah laporan tahun lalu mengatakan Kuba dengan ketat memantau dan mengontrol pekerja kesehatan yang dikirim ke luar negeri dan mereka yang “meninggalkan” pekerjaan mereka mungkin menghadapi tuntutan pidana.

Namun, dengan tegas Havana mengatakan semua orang dalam program mengambil bagian atas kemauan mereka sendiri dan dibayar. (Aljazeera, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.