Minggu, 24 Mei 2026, pukul : 13:06 WIB
Surabaya
--°C

Komentar Vucic pada Sejumlah Permasalahan Serbia

BEOGRAD-KEMPALAN: Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyoroti apa yang dikatakannya sebagai hubungan pribadi yang baik dengan Presiden AS Joe Biden di tengah ekspektasi bahwa pemerintahan baru AS dapat mengambil sikap yang lebih keras terhadap kemunduran demokrasi di negara Balkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Atlantic Council pada Kamis (22/4), Vucic mengatakan bahwa ia berusaha membangun hubungan yang lebih kuat dengan Amerika Serikat, tapi mengakui bahwa ada kesulitan dalam hubungan bilateral, terutama pandangan yang berbeda mengenai perundingan damai dengan Kosovo.

Vucic, yang telah bertemu Biden lima kali, menggambarkan presiden AS sebagai “secara politis orang paling siap yang pernah saya ajak bicara.” Ia juga menambahkan bahwa Biden selalu menggunakan akal sehatnya dan mendengarkan Serbia, yang merupakan hal bagus bagi negara Balkan tersebut.

Vucic telah lebih mendukung mantan Presiden Donald Trump menjelang pemilihan 2020 yang memecah belah, menimbulkan beberapa kekhawatiran bahwa komentarnya sekarang dapat memengaruhi hubungannya dengan pemerintahan Biden.

Namun, pemimpin Serbia itu berusaha meremehkan pembicaraan tentang hubungan hangat dengan mantan presiden AS, dengan mengatakan dia mengenal Biden “jauh lebih baik” daripada Trump dan mengenal lebih banyak orang dari pemerintahannya, termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

“Saya tidak mengharapkan waktu yang lebih mudah bagi Serbia karena politik tidak selalu tentang masalah pribadi, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan persahabatan antara kedua negara kami,” kata Vucic. Ia juga mengakui bahwa negaranya tidaklah “sempurna” tapi mengatakan bahwa pemerintahannya akan berusaha membuat perkembangan atas peraturan-perundangan.

Pemimpin Serbia itu telah menempatkan orang kepercayaannya sebagai duta besar untuk Washington, memperluas misi diplomatik di Chicago, dan mengambil langkah-langkah untuk membuka misi di San Francisco sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat.

“Mereka selalu mengatakan ‘kami hanya akan menunggu Serbia mengakui kemerdekaan Kosovo.’ Ketika Anda bertanya kepada seseorang apa yang mereka tawarkan, Anda tidak mendengar apa-apa. Tidak ada yang bahkan dapat menjamin status keanggotaan penuh Anda [di UE]. Tidak ada yang dapat menjamin apa pun kepada Anda ketika Anda bertanya kepada mereka, ‘oke, apa yang mungkin didapat orang Serbia,'” kata Vucic ketika mengkritik pendekatan AS dan UE untuk menyelesaikan permasalahan Serbia dan Kosovo.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Dia mengatakan bahwa, bahkan jika para politisi Serbia menyerah pada tuntutan Barat, rakyat Serbia tidak akan menerimanya. Vucic mengkritik Uni Eropa karena tidak mendukung rencana yang dipimpin Beograd untuk menciptakan zona ekonomi untuk perdagangan bebas dan bepergian ke seluruh Balkan.

“Kami perlu memahami ketakutan mereka. Kami perlu meyakinkan mereka bahwa itu tidak baik untuk Serbia saja, [tetapi] itu bahkan lebih baik untuk mereka,” katanya berkenaan dengan zona ekonomi tersebut.

Vucic juga membahas kontroversi baru-baru ini yang meletus menyusul laporan bahwa Presiden Slovenia Borut Pahor bulan lalu membicarakan kemungkinan “pembubaran” Bosnia-Herzegovina.

Vucic, yang sebelumnya tergabung dalam partai nasionalis radikal, mengatakan pemerintahnya “tidak tertarik untuk menciptakan Greater Serbia.” Presiden mengatakan fokusnya adalah menjadikan Serbia “hebat” melalui pertumbuhan ekonomi yang dipimpin oleh investasi asing langsung. (RFE/RL, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.