Oleh: Ferry Is Mirza
Wartawan Utama, Pengurus PWI Jawa Timur
KEMPALAN: Ada kebahagiaan bagi orang yang berpuasa Ramadhan.
Kebahagiaan itu di antaranya adalah datangnya waktu berbuka.
Ketika waktu berbuka puasa tiba, Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam, menganjurkan untuk mensegerakan berbuka.
Anjuran berbuka itu sesuai hadist dari Sahl bin Saad, yang menyebutkan bahwa Rasulullah mengatakan, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).
Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam, beliau bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Hamba yang paling dicintai di sisiKu adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa.”
Dari perkataan nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam tersebut, terkandung banyak manfaat bagi orang yang mensegerakan berbuka puasa.
Beberapa manfaat berbuka puasa itu di antaranya ;
1. .Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk mensegerakan berbuka ketika waktu berbuka puasa telah tiba.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah mengatakan, “Berbuka puasa ketika bulatan matahari telah hilang.”
2. Mensegerakan berbuka berarti mengamalkan sunah. Maka, ketika kumandang adzan magrib akan segera tiba, orang yang sedang berpuasa hendaknya berada di rumah atau tempat yang memudahkan dirinya segera berbuka.
3. Orang yang mensegerakan berbuka, maka dia akan dalam kebaikan. Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan.”
4. Mengakhirkan berbuka puasa akan mendapatkan keburukan.
5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang yang menyegerakan berbuka puasa.
Imam Nawawi kemudian mengutip hadist Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam yang bersumber dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah bersabda, ”Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung berfirman, ”HambaKu yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (Hadist riwayat Muslim).
Berbuka Sebelum Salat
Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan salat Maghrib. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamer (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”
(HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3: 164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih).
Hadist Anas itu selain mengajarkan menyegerakan berbuka juga mengajarkan mengenai anjuran berbuka puasa dengan kurma. Yang dianjurkan ketika berbuka adalah dengan ruthob (kurma basah), lalu tamr (kurma kering). Jika tidak didapati kurma, maka boleh digantikan dengan makanan yang manis-manis.
Begitulah manfaat yang kita dapatkan dengan mensegerakan buka puasa.
In syaa Allah dengan mengikuti sunnah Rasulallah cara berbuka puasa ini, bisa kita jalankan tak hanya pada bulan Ramadhan kali ini, tapi di setiap bulan Ramadhan. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi