KEMPALAN: Semua yang ada di Pulau Belitung memanjakan jiwa. Hamparan laut yang membiru, debur ombak di pantainya yang berpasir putih. taman laut dan warna warni terumbu karangnya yang terhampar di bawah permukaan air yang bening. Dan batu-batu raksasa yang berserakan di sepanjang bibir pantai, membentuk formasi yang eksotis. Belitung adalah sebuah masterpiece Sang Pencipta alam.
Terletak di lepas pantai timur Sumatera, dan diapit Selat Gaspar dan Selat Karimata, Pulau Belitung adalah pulau yang luasnya hampir sama dengan Pulau Lombok di Nusa Tenggara Timur. Dahulu kala, Belitung terkenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di Asia Tenggara. Namanya pun terkenal berkat goresan pena Andrea Hirata dengan kisahnya yang fenomenal, Laskar Pelangi. Pada kisah yang dimuat dalam novel dan film itu, Andrea Hirata menggambarkan betapa pulau tempatnya tumbuh besar itu luar biasa indahnya.

Kemolekan dan keunikan Belitung yang mengesankan, membuat pulau itu resmi dinobatkan sebagai United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Global Geopark, 15 April lalu. Badan PBB itu menetapkan Belitung sebagai salah satu geopark dunia pada sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis.

Bahkan, Belitung mendapatkan skor tertinggi, 850 poin dari 1.000 poin, di antara lima geopark di Indonesia yang sebelumnya telah berhasil masuk daftar UNESCO Global Geopark. Yakni Kaldera Toba, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu, dan Gunung Rinjani. Seremoni peresmian Geopark Belitung sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark dapat disaksikan secara live streaming dari Paris, Perancis, atau melalui kanal youtube GGN Association pada 22 April 2021 besok.

Batu-batu yang berserakan membentuk sebuah taman batu di pantai-pantai Belitung ternyata adalah bebatuan yang berasal dari bekuan magma dari sebuah gunung api purba. Namanya batu granit. Dan ajaibnya, bebatuan yang kita lihat itu sebenarnya adalah bagian-bagian “kecil” yang tampil di permukaan tanah sebagai bagian dari batuan granit raksasa yang ada di bawah pulau, yang membentang hingga kepulauan Riau, Singapura, dan semenanjung Malaysia.
Bebatuan yang seharusnya berada jauh di dalam bumi itu, terangkat ke permukaan melalui proses tektonik yang berlangsung jutaan tahun. Umur bebatuan itu diperkirakan mencapai 65-200 juta tahun yang lalu. Benar-benar menakjubkan!
Ada banyak sekali pantai yang terkenal di Belitung, di antaranya Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, dan Pantai Punai. Semua pantai berpasir putih dan bersih. Pada bulan-bulan tertentu, banyak hewan laut yang bisa ditemukan bersembunyi di pasir pantai.
Tapi hanya di Belitung lah pengunjung bisa merasakan berenang di telaga-telaga kecil yang ada di sela-sela jejeran batu raksasa. Batu-batu itu bukan saja membuat air telaga menjadi sangat jernih dan segar, namun juga melindungi dari hempasan ombak. Pemandangan sunset di Belitung juga disebut-sebut sebagai yang terindah di Indonesia.
Balancing Rock yang Bikin Bingung

Belitung juga punya ratusan pulau-pulau kecil di sekitarnya, namun hanya sekitar 50 pulau yang berpenghuni. Yang paling popular yakni Pulau Lengkuas. Di pulau ini, ada sebuah mercu suar tua peninggalan Belanda yang dibangun pada 1882 yang sampai saat ini masih beroperasi. Mercu suar inilah yang menjadi ikon wisata Pulau Belitung. Pulau Lengkuas bisa dikunjungi dengan perahu sewaan dari pantai Tanjung Kelayang dan bisa ditempuh sekitar 20 menit saja.
Di pulau kecil ini, juga bisa dilakukan snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut perairan di sekitar pulau. Berbagai snorkeling spot di sini dikatakan cocok untuk pemula. Karena perairan yang relatif dangkal, sehingga hanya perlu menyelam di bawah permukaan air saja, pemandangan yang menakjubkan telah terlihat. Jejeran terumbu karang dan biota laut dengan ikan-ikan berbagai warna berkejaran membentuk sebuah taman surga di bawah laut.
Belitung ternyata juga punya gunung. Namanya Gunung Kubing yang tingginya sekitar 300 mdpl. Gunung ini sering dijadikan destinasi liburan romantis, karena memadukan suasana yang tenang dan teduh dengan hijaunya pepohonan sejauh mata memandang. Uniknya, terdapat sebuah sungai yang mengalir di atas bebatuan alami, dikelilingi pepohonan rindang. Aliran air jernih dan segar ini berkumpul di sebuah kolam yang berada tepat di sisi tebing. Jadi, di sana pengunjung bisa merasakan segarnya infinity pool alami. Tepat sekali sebagai lokasi berbulan madu bersama pasangan bukan..!
Dan masih ada keajaiban di Belitung yang tetap saja mengusik logika. Balancing rock, sebuah spot wisata yang menyuguhkan pemandangan bebatuan raksasa di atas perbukitan. Dari atas bukit inilah lanskap alam Belitung bisa disaksikan sepuasnya.

Yang istimewa, di sana ada sebuah batu besar yang posisinya miring, tepat di pinggir tebing jurang. Tapi, meski arahnya telah condong seperti hendak jatuh ke jurang, batu itu nyatanya tetap berdiri dan tidak jatuh juga. Ternyata, ada sebuah batu kecil yang menahan batu besar ini tidak jatuh menggelinding ke bawah. Batu kecil itu ibarat lem perekat yang terlindung pasir. Itulah kenapa destinasi ini diberi nama Balancing Rock atau Batu Seimbang.
Keindahan Belitung nyatanya telah memukau dunia. Dan kini, Belitung yang telah resmi menjadi satu dari deretan keajaiban alam warisan dunia diharapkan tetap dijaga kemurnian dan kelestarian alamnya. Itulah salah satu harapan yang diungkapkan bintang Hollywood Bonnie Wright, pemeran Ginnie Wesley, sang kekasih Harry Potter, yang pada 2011 pernah syuting di Belitung bersama beberapa bintang remaja Hollywood lainnya untuk film The Philosopher.
Film itu memang mengambil lokasi syuting di beberapa destinasi wisata di Indonesia. Namun saat ditanya, di mana lokasi syuting yang paling berkesan, mereka kompak menjawab Pulau Belitung. Dan mereka berharap, semoga Pulau Belitung tetap menjadi pulau dengan alam yang alami. tidak rusak karena banyaknya pengunjung yang pelesiran ke sana. Semoga ya! (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi