RABAT-KEMPALAN: Di awal bulan suci, para wanita Maroko menyiapkan manisan yang lezat, dan keluarga berbondong-bondong ke jalan-jalan utama kota-kota Maroko di mana perayaan dimulai setelah sholat Tarawih dan berlanjut hingga subuh.
“Awasher Mubaraka” (selamat 10 hari pertama Ramadhan) adalah sapaan yang biasa diucapkan oleh masyarakat Maroko pada hari-hari pertama Ramadhan atau di awal setiap acara keagamaan.
Warga Maroko rajin melakukan sholat di masjid, terutama tarawih, karena masjid selalu ramai dikunjungi jamaah selama bulan suci. Masjid menyiapkan jadwal kegiatan yang berlangsung dari subuh hingga larut malam.
Melansir dari Daily News Egypt, Masjid menyelenggarakan khutbah setelah shalat Dhuhur, sedangkan waktu setelah shalat Ashar dikhususkan untuk pengajian dalam kelompok besar.
Ada kebiasaan terkenal di Maroko sebelum Ramadhan, karena mereka memilih imam yang akan memimpin sholat di masjid-masjid besar di negara itu selama bulan suci.
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, merupakan masjid terbesar di Maroko dan terbesar kedua di Afrika. Orang-orang dari berbagai daerah berduyun-duyun ke Masjid Hassan II untuk melaksanakan shalat Tarawih. Omar Al-Kazabri, seorang imam terkenal, biasanya memimpin salat di Masjid Hassan II. Dia termasuk di antara 50 tokoh Maroko paling berpengaruh.

Ada tradisi umum di Maroko yang disebut “Khotbah Ramadhan Hassaniyah”. Ini diprakarsai oleh almarhum Raja Maroko Hassan II. Ini adalah serangkaian khotbah yang disampaikan di hadapan raja oleh orang-orang religius dan pengkhotbah paling penting di dunia. Raja Mohammed VI yang duduk terus mengikuti tradisi khutbah Hassaniyah yang sama, yang saat ini diadakan di Istana Kerajaan atau di Masjid Hassan II.
Ada lagi tradisi indah di bulan Ramadhan, saat orang tua merayakan puasa pertama untuk anaknya. Mereka menyiapkan buka puasa khusus, terdiri dari hidangan Maroko yang lezat, selain susu, kurma, dan buah-buahan kering.
Sementara itu, orang Maroko merayakan malam ke-15 Ramadhan dengan membaca Alquran di masjid dan wanita menyiapkan hidangan couscous atau makanan penutup untuk dibagikan di antara orang miskin dan jamaah di masjid.
Kebiasaan Ramadhan lainnya di Maroko adalah perayaan Laylat Al-Qadr (Malam Kekuasaan) yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Maroko pada malam ke-26 bulan suci. Pada kesempatan itu, orang Maroko mengenakan kostum tradisional dan menyelenggarakan parade kuda.
Masakan Maroko adalah salah satu yang paling terkenal di dunia. Mereka memulai buka puasa dengan makan kurma dan minum susu. Setelah sholat Maghrib, mereka makan harira, sup tradisional yang selalu disajikan sebagai hidangan pembuka selama Ramadhan. Hidangan utama disajikan setelah shalat Tarawih, seperti tajine dan couscous. Maroko terkenal dengan kurma, terutama kurma “medjool”, yang harganya sangat mahal. (Daily News Egypt, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi