Senin, 25 Mei 2026, pukul : 01:21 WIB
Surabaya
--°C

Monopoli Pasar, Alibaba Didenda Regulator China 2,8 Miliar Dollar AS

JAKARTA-KEMPALAN: Alibaba merupakan perusahaan raksasa China yang memiliki fokus pada sektor e-commerce, ritel, internet, kecerdasan buatan, hingga sektor teknologi lain. Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma sejak 1999 ini, menjadi korporasi besar di dunia.

Namun, beberapa waktu lalu, Regulator China terpaksa memberikan denda kepada perusahaan Alibaba. Denda ini akibat perusahaan Alibaba diduga melakukan monopoli di pasar sektor terkait. Tidak tanggung-tanggung, regulator China memberikan sanksi berupa denda sebesar 2,8 miliar US dolar.

Reaksi dari perusahaan pembayaran digital bernama China Ant Group, yang merupakan afiliasi dari perusahaan alibaba, menumumkan akan melakukan rencana restrukturisasi drastis. Hal ini merupakan akibat dari regulator China yang memberikan tekanan pada perusahaan untuk bertindak seperti bank, bukan sebagai perusahaan teknologi.

BACA JUGA  Komando Perang Atau Pidato Ketakutan

Pemerintah China pada Selasa (13/4), menghimbau kepada beberapa perusahaan teknologi di China untuk tidak mengulangi perbuatan dari perusahaan Alibaba. Kurang lebih ada sektiar 34 perusahaan yang juga diberikan batas waktu satu bulan, untuk adaptif dengan aturan baru yang diimplementasikan oleh pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan di negara tirai bambu tersebut.

Perlu diketahui, perusahaan Alibaba merupakan korporasi yang menguasai industri teknologi di China. Dimana perusahaan milik Jack Ma ini memiliki 800 juta konsumen di China saja. Hal ini yang menyebabkan pemerintah menegur dan memberikan peringatan kepada perusahaan Alibaba. Adapun perusahaan lain yang dipanggil dan diingatkan oleh pemerintah China, seperti Tencent, Meituan, JD.com, dan Pinduoduo.

BACA JUGA  Sterilisasi Gratis! DKPP Surabaya Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal

Ada kabar bahwa pemanggilan dan peneguran terhadap perusahaan Alibaba, ditengarai oleh masalah yang sempat terjadi kepada CEO Alibaba Group, Jack Ma. Dimana diketahui bahwa Jack Ma sempat hilang dari publik, setelah melakukan kritikan terhadap sistem keuangan China yang dianggap masih konservatif dan ketinggalan zaman. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.